Pesan Kepala BKKBN RI, Generasi Milinial Babel Harus Mampu Memanfaatkan Bonus Demografi

Admin
Pesan Kepala BKKBN RI, Generasi Milinial Babel Harus Mampu Memanfaatkan Bonus Demografi
Foto:Diko

PANGKALPINANG, BABELREVIEW.CO.ID -- Kunjungan Kepala BKKBN RI Hasto Wardoyo beserta jajaran ke Bangka Belitung diawali dengan mengisi kuliah umum kependudukan di STKIP Muhammadiyah Bangka Belitung, yakni pengembangan materi pendidikan kependudukan jalur formal, non formal dan informal sesuatu kearifan lokal", dengan tema "Peran Generasi Milenial memanfaatkan Peluang Bonus Demografi".

Dalam kuliah umum tersebut, Hasto menyampaikan berbagai hal termasuk mengkampanyekan untuk menjadi Milennial yang produktif sebagai generasi masa depan.

"Di kuliah umum ini saya mengajak adik-adik menjadi generasi yang unggul, karena kalian  adalah calon generasi masa depan bangsa," kata Hasto Wardoyo di hadapan 330 mahasiswa baru STKIP Muhammadiyah Babel, Kamis (12/9).

Hasto mengatakan sebagai mahasiswa baru harus memiliki semangat yang luar biasa agar bisa menjadi generasi unggul, apalagi saat ini generasi milenial sudah masuk dalam era bonus demografi.

Ia menjelaskan, bonus demografi adalah suatu dimana kelompok usia produktif lebih banyak dari pada non produktif sehingga rasio yang ditandai menurunnya angka kematian Ibu dan berkurangnya angka kelahiran bayi karena berhasilnya penggunaan alat kontrasepsi.

Tentu ini menjadi berkah bagi Indonesia, hanya saja tak menutup kemungkinan akan menjadi musibah jika peluang ini tak dimanfaatkan dengan baik oleh generasi muda Indonesia.

"Kini eranya bonus demografi, kita gencar mengkampanyekan ini dalam setiap kesempatan bahwa generasi milennial harus menjadi produktif sebagai modal pembangunan, jangan sebaliknya menjadi generasi konsumtif yang akhirnya menjadi beban pembangunan, karenanya kita butuh SDM yang potensial," katanya.

Hal tersebut memang menjadi kekhawatiran, namun BKKBN memiliki tugas dan tanggung jawan terhadap kependudukan, keluarga berencana dan pembangunan keluarga, untuk mempersiapkan manusia produktif dan  unggul.

Hasto menjelaskan untuk menjadi generasi yang produktif dan unggul dapat dimulai dengan kualitas sumber daya yang baik, dimana sebagai mahasiswa baru harus terus belajar dan dapat merubah mindset ke yang Lebih baik.

Perubahan mindset ini menjadi salah satu modal penting dimana soft skill harus berjalan seiring dengan hard skill yang dimiliki.

" Dengan mengkampanyekan bonus demografi kepada generasi milenial, kita memberi gambaran ke mereka agar menjadi manusia yang berkompeten, profesional dan dapat meningkatkan soft skill dan hard kill, agar kesuksesan dapat diraih," ungkapnya.

Kedepan Ia berharap, Mahasiswa/i STKIP Muhammadiyah dapat menjadi generasi yang unggul dan berguna bagi Nusa dan Bangsa serta dunia.

"Adik-adik adalah generasi luar biasa yang lahir untuk menjadi pemenang. Saya harap lulusan STKIP ini yang nantinya akan menjadi Universitas Muhammadiyah Babel menjadi lulusan global yang bisa diterima diseluruh dunia," ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua 1 STKIP Muhammadiyah, Maulina Hendrik mengapresiasi langkah BKKBN yang sangat luar biasa karena selalu melibatkan banyak pihak dalam menyelesaikan isu-isu permasalahan kependudukan yang ada di Babel.

Salah satunya yaitu dimana STKIP Muhammadiyah Babel bersama BKKBN Babel juga bekerjasama mengabdi kepada  masyarakat dan mengikat janji dengan mencanangkan PIC remaja sejak 2012 lalu.

"Di kegiatan ini bersama BKKBN Babel kita mantapkan langkah untuk kedepan agar SDM di Babel lebih cerah dan menjadi SDM unggul," pungkasnya. (diko/BBR)


Penulis  : Diko
Editor    : Ahada
Sumber : Babel Review