Pesta Adat Kundi Bersatu Ungkap Rasa Syukur

Admin
Pesta Adat Kundi Bersatu Ungkap Rasa Syukur
Foto :Budi

BANGKA BARAT, BABELREVIEW -- Pesta Adat Kundi Bersatu ata  Sedekah Kapong merupakan bentuk melestarikan budaya, agar terjaga keharmonisan   ataupun    kearifan lokal.Sehingga tidak ada percampuran dengan budaya lain atau mengalami pergeseran budaya. Desa Kundi,Bukit Terak,dan Air Menduyung,yang      menjadi bagian  dalam pelaksanaan pesta adat ini merupakan hasil pemekaran dari Desa Kundi dan kemudian dimekarkan menjadi tiga wilayah tersebut

Kundi Bersatu memilki 3 suku atau etnis yaitu Suku Jering, Tanjung Nyiur, dan etnis Tionghoa. Pesta adat ini telah digelar sejak tahun 1942 hingga sekarang. Pesta adat ini merupakan warisan leluhur mereka yang patut dijaga. Pesta Adat Kundi Bersatu ini dilaksanakan 1 tahun sekali, dan pada tahun 2018 ini dilaksanakan pada tanggal 18 - 19 Agustus.

Pesta Adat Kundi Bersatu merupakan bentuk ungkapan rasa syukur kepada Tuhan, karena melimpahnya hasil panen perkebunan seperti lada yang menjadi komoditas oleh petani setempat. Rasa syukur inilah yang dapat membangkitkan gairah masyarakat untuk memilki etos kerja yang baik.

Salah satu yang menjadi keunikan dalam pesta adat ini adalah suasananya seperti Hari Raya Idul Fitri yang begitu ramai dan padat oleh tamu dari luar desa. Dan menariknya setiap rumah, pasti menyediakan dodol. Makanan ini wajib dibuat, karena dodol memilki makna bahwa saling merekatkan atau saling memilki solidaritas sosial tanpa membedakan agama dan menjaga keharmonisan antar masyarakat desa lainnya.

Sedekah Kapong Kundi Bersatu merupakan adat istiadat masyarakat Desa Kundi yang dilaksanakan setiap tahun sebagai wujud keseriusan masyarakat desa Kundi, dalam mempertahankan adat istiadat serta budaya lokal Desa Kundi dengan tujuan menunjang pariwisata budaya dalam skala desa.

Bupati Bangka Barat, Drs. H.Parhan Ali, MM, dan Wakil Bupati Bangka Barat, Markus, SH yang hadir dalam acara tersebut menyatakan harapannya, agar Sedekah Kapong Kundi Bersatu terus berkembang dan dipertahankan. “Terus lestarikan dan pertahankan kegiatan ini sebagai salah satu wisata budaya di Kabupaten Bangka Barat.

Saya berharap kegiatan Sedekah Kapong Kundi Bersatu ini, dapat mewariskan aturan yang membawa ke arah positif, menumbuh kembangkan budaya silaturahmi sesama daerah, budaya gotong royong dan kebersamaan antar masyarakat,” ujarnya.

Wakil Bupati Markus menambahkan, acara Sedekah Kapong Kundi Bersatu ini hendaknya dilihat sebagai media untuk menjaga kekompakan dan keharmonisan antar masyarakat dalam ruang lingkup Kundi Bersatu. “Kundi Bersatu kan terdiri dari tiga desa.

Melalui acara ini saya sangat berharap, agar kekompakan dan keharmonisan tetap terbangun antar masyarakat. Sehingga  kegiatan ini dapat tetap dipertahankan,” harapnya. Rangkaian acara sedekah Kapong dimulai pada Sabtu (18/8) dengan kegiatan khataman Alquran massal dan acara adat.

Selanjutnya, pada Minggu (19/8), acara dilanjutkan dengan arak-arakan khataman yang didampingi oleh Wakil Bupati Bangka Barat, Markus, SH. Tari sambut dan atraksi silat juga dipertunjukkan untuk menyambut tamu undangan yang turut hadir dalam acara tersebut diantaranya Kepala Biro Kesra Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, anggota DPRD Provinsi Bangka Belitung, Anggota DPRD Bangka Barat, Kepala Kejaksaaan Negeri Bangka Barat, Pejabat eselon II dan III Kabupaten Bangka Barat, Ketua TP PKK dan perwakilan DWP, Camat Simpang Teritip dan Kepala Desa dalam lingkup Kundi Bersatu.

Disebutkan oleh Ketua Panita Kegiatan, Alwi Pacung, sejak awal pelaksanaannya sampai pada tahun 2018 ini, Sedekah Kapong Kundi Bersatu sudah dilaksanakan sebanyak 75 kali dan berharap akan tetap dilaksanakan di tahun-tahun mendatang. (BBR)


Penulis :  Budi
Editor   :  Sanjay
Sumber  :Babelreview