Resonansi Ala Dewan Kesenian Bangka Barat Wahana Bagi Penggiat Seni

Admin
Resonansi Ala Dewan Kesenian Bangka Barat Wahana Bagi Penggiat Seni
ilustrasi foto :BBR
foto :Budi Susatyo
foto :Budi Susatyo

BANGKA BARAT, BABEL REVIEW -- Para penggiat seni di Bangka Barat boleh berbesar hati karena di sepanjang tahun 2018 ini Dewan Kesenian Bangka Barat telah mengagendakan “ritual berkesenian” bagi mereka. Setiap bulan sepanjang 2018 Dewan Kesenian Bangka Barat akan menggelar agenda Musik Bulanan. “Musik bulanan, sejatinya adalah konsep menghadirkan wahana bagi para penggiat seni musik daerah untuk dapat berkreasi dan meningkatkan kemampuan dalam bermusik, menyalurkan energi positif  dan menghadirkan atmosfir hiburan musik berkualitas bagi masyarakat di Bangka Barat,” ujar  Ketua Dewan Kesenian Bangka Barat, Bambang Haryo Suseno. Kegiatan musik bulanan ini juga dimaksudkan untuk mendorong sektor pariwisata agar dapat lebih berkembang dengan cara menghadirkan pertunjukan musik di lokasi-lokasi yang ramai dikunjungi,  baik di objek-objek wisata ataupun di ruang publik.

Resonansi diusung menjadi  tema besar dari musik bulanan tahun 2018. Sementara setiap bulannya agenda seni yang digelar juga memiliki tema kecilnya sendiri. “Misalnya di bulan Januari lalu kita mengusung tema "Januaristik". Tema ini diambil dari konsep musik yang dominan memainkan instrumen akustik,” jelas Bambang seraya menambahkan agenda musik bulanan Januaristik diadakan di  pantai Batu Rakit Muntok yang merupakan destinasi wisata unggulan daerah Bangka Barat. Agenda musik bulanan Februari 2018 rencananya akan diadakan di Menumbing dengan mengusung 

egenre musik jazz. Komunitas music Arunaswara Muntok dijadwalkan tampil pada acara tersebut. “Agenda untuk bulan-bulan berikutnya masih akan tetap menghadirkan atmosfir berkesenian di tempat wisata dan ruang publik yang ada dengan penampil pemusik lokal,” tukas Bambang. Melihat animo dan respon positif dari masyarakat terhadap  event Januaristik yang lalu,  Bambang menegaskan bahwa Dewan Kesenian Bangka Barat akan memperkuat agenda berkesenian di daerah tersebut.

Hal ini dimaksudkan agar semakin tersedianya ruang bagi pelaku seni untuk berkreasi serta memberikan manfaat berkesenian bagi masyarakat di Bangka Barat. “Selain musik bulanan, Dewan Kesenian juga akan melaksanakan berbagai kegiatan berkesenian seperti workshop rebana, mural Kota Muntok, pembuatan tugu, tari campak massal, pementasan teater, pembuatan video/clip culture, workshop cinematografi serta menginventarisasi pantun dan tutur lisan Bangka,” ujarnya.

Bambang berharap agar kesenian daerah semakin maju di Bangka Barat. “Jika kita mengutip filosofi berkesenian dari Dewan Kesenian Bangka Barat  "dengan agama hidup menjadi terarah, dengan ilmu hidup menjadi mudah, semoga dengan berkesenian hidup akan semakin terasa indah", maka masyarakat Bangka Barat ini akan selalu hidup dengan rasa syukur, maju dengan cara menikmati hidup yang sarat dengan keindahan,” tandas Bambang.(BBR)


Penulis  :Budi Susatyo

Editor    :Sanjay

Sumber :BBR