Rio Setiady Sebut Pemkot Pangkal Pinang Lalai Terhadap Restribusi Parkir di Pantai Pasir Padi

kasmirudin
Rio Setiady Sebut Pemkot Pangkal Pinang Lalai Terhadap Restribusi Parkir di Pantai Pasir Padi
Wakil Ketua Komisi 3 DPRD Pangkal Pinang, Rio Setiady. (Foto: Gusti)

PANGKALPINANG, BABELREVIEW CO.ID -- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pangkal Pinang menilai pungutan restribusi parker, yang dilakukan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pangkal Pinang di Pantai Pasir Padi keliru.

"Menarik restribusi parkir di tempat wisata itu keliru. Namanya restribusi parkir harus ada lahan parkir dan petugas parkir. Jadi kalau cuma lewat, artinya kita tidak perlu bayar karena tidak parkir. Tetapi faktanya tetap bayar," ujar Rio Setiady Wakil Ketua Komisi 3 DPRD Pangkal Pinang, saat ditemui belum lama ini.

Rio mengatakan, Komisi 3 sudah pernah memanggil Kepala Dishub Pangkal Pinang dan menyampaikan teknis pelaksanaan parkir di Pasir Padi, meminta mengubah regulasi tersebut.

"Sudah kami sampaikan, saat itu masih Pak Asban, Kadishubnya. Dapat dikatakan Pemkot Pangkal Pinang lalai, terhadap restribusi parkir Pantai Pasir Padi. Karena pembiaran ini sudah terlalu lama hingga bertahun-tahun," beber Rio.

Ia juga menyampaikan, saat ini terdapat 2 pintu masuk dan ada petugas yang memungut restribusi parkir kawasan wisata Pantai Pasir Padi. Fakta di lapangan sendiri, tidak ada petugas parkir yang mengatur.

"Nanti kalau terjadi apa-apa bagaimana? misalkan terjadi kehilangan helm atau kendaraan,  apakah pihak pengelola parkir mau bertanggung jawab untuk mengganti," tukasnya.

Dikatakan Rio, fungsi dari legislatif itu sendiri yang terpenting memantau dan memberikan masukan kepada eksekutif.

"Solusinya memang harus ada Perda yang diajukan Pemkot ke DPRD, kami akan bahas itu. Karena yang tahu permasalahan di lapangan pemerintah itu sendiri. Kami minta Pemkot Pangkal Pinang segera bertindak cepat," pinta Rio.

Sementara itu Plt Kepala Dishub Kota Pangkal Pinang, Ubaidi, saat dikonfirmasi mengatakan, pengelolaan pungutan parkir kawasan wisata Pantai Pasir dilaksanakan oleh pihak ketiga.

Ia mengatakan, pungutan restribusi parkir di Pasir Padi sudah sesuai aturan yang ada saat ini.

"Kalau berdasarkan Peraturan Wali Kota Nomor 50 tahun 2014, disebutkan kawasan Pasir Padi ditetapkan sebagai tempat khusus parker," kata Plt Dishub saat dikonfirmasi melalui whatsapp, Senin (15/7/19) lalu.

Ia mengatakan, terkait regulasi pengutan dan pelayanan di kawasan Pantai Pasir Padi, akan dibahas kembali.

"Iya itu yang masih kami bahas bersama Bakeuda dan Dinas Pariwisata, mudah-mudahan kedepan lebih tepat apakah retribusi kawasan wisata sesuai dangan pandangan dari DPRD Kota Pangkal Pinang," ujarnya. (BBR)


Penulis  : Gusti
Editor    : Kasmir
Sumber : Babel Review