Selangkah Lagi Wisata Syariah

Admin
Selangkah Lagi Wisata Syariah
Masjid Sijuk, Masjid Tertua di Bangka Belitung Foto:Ichsan Husein

PANGKALPINANG, BABEL REVIEW – Halal menjadi ajaran dan bagian dari kehidupan setiap Muslim. Apalagi perintah dan larangan terhadap yang halal dan non-halal sudah diatur dalam agama. Namun kesadaran gaya hidup halal masih kurang berjalan dengan baik dalam kehidupan masyarakat. Meskipun saat ini beragam sektor kebutuhan Muslim sudah menjamur, mempermudah konsumen dalam mengakses produk-produk halal. Saat ini Pemprov Bangka Belitung dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bangka Belitung mulai menggelorakan Kampung Pangan Halal.

Setiap desa diajak untuk menciptakan Kampung Pangan Halal. Gerakakan ini tidak hanya mengajak seluruh masyarakat memproduksi pangan yang halal, tetapi juga masyarakat diminta menyiapkan lokasi atau tempat yang halal. Artinya tidak terindikasi adanya  unsur-unsur yang mempengaruhi kehalalan pangan. Selain itu, seluruh fasilitas umum maupun penataan desa atau kampung harus bersih, rapi dan sehat.

Tujuan adanya Kampung Pangan Halal ini untuk memajukan pembangunan Bangka Belitung, dari sisi ekonomi, sosial dan pariwisata. Melalui gerakan Kampung Pangan Halal ini diharapkan mampu menarik perhatian dan ketertarikan masyarakat luar daerah maupun mancanegara. Dengan kondisi yang baik ini, maka popularitas dan elektabilitas seluruh wilayah di Bangka Belitung akan makin meningkat dimata masyarakat luar.

Pemprov Babel dan MUI Babel telah melakukan sosialisasi terhadap hampir seluruh kepala desa di Bangka dan Belitung. Para kepala desa ini diberikan ilmu, pemahaman dan motivasi untuk menciptakan Kampung Pangan Halal di desa masing-masing. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyaratat dan Desa Bangka Belitung Yuliswan mengatakan, program Kampung Pangan Halal di Bangka Belitung sebagai bentuk tindak lanjut undang-undang nomor 33 tahun 2014 tentang jaminan produk halal.

Baca juga:Wisata Halal Bikin wisatawan nyaman

Pemerintah daerah bersama MUI Babel perlu melakukan terobosan untuk membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya pangan halal, yang tidak hanya dari bahan baku saja,  tetapi juga proses pengolahan. Begitu pun dengan pelaku usaha, perlu terus diberi edukasi untuk mensertifikasi produk pangannya. “Pemerintah daerah dalam hal ini Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Dinas Koperasi dan UMKM dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan bersama MUI Babel membuat program Kampung Pangan Halal.

Diharapkan Kampung ini menjadi cikal bakal tumbuhnya kesadaran masyarakat karena itu masyarakat harus mendukung,” ungkap Yuliswan. Yuliswan menyebutkan, kriteria Kampung Pangan Halal yang pertama penduduk Muslim harus dominan dan mendukung program Kampung Pangan Halal. Masyarakat juga harus memiliki pemahaman mengenai pangan halal baik norma, prosedur, standar dan kriteria pangan halal.

Perangkat desa dan masyarakat juga perlu menjaga kebersihan, pelayanan dan menjaga lingkungan dari unsur-unsur yang mempengaruhi kehalalan. “Walaupun ada yang non muslim, namun bisa kita upayakan untuk ikut mendukung Kampung Pangan Halal, harus dilakukan sosialiasi agar masyarakat lebih paham mengenai pangan halal,” katanya. Secara teknis menilaian pemerintah daerah dibantu Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika (LPPOM) MUI Babel nantinya akan melakukan pemeriksaan dan melakukan kajian terhadap kampung atau komunitas yang dapat dinyatakan sebagai Kampung Pangan Halal.

Pemeriksaan dan pengkajian meliputi bahan baku, proses pengolahan, peralatan, ruang produksi, penyajian dan tata niaga sesuai syariat. Seluruh produk pangan yang diproduksi di kampung tersebut nantinya akan disertifikasi oleh LPPOM MUI Babel. “Yang menyiapkan atau menunjuk kampung atau komunitas itu dari kades, lurah yang disetujui oleh kepala daerahnya. Perlu disampaikan kepada masyarakat bahwa Kampung Pangan Halal ini harus steril karena halal itu supaya terjamin keamanan pangannya, juga nanti kalau sudah jadi Kampung Pangan Halal bisa jadi tempat kunjungan pariwisata,” jelasnya.

Yuliswan mengatakan, progress program Kampung Pangan Halal masih dalam tahap sosialisasi dan persiapan dan rencananya akan dibuat proyek percontohan Kampung Pangan Halal yang didukung oleh masyarakat maupun pemda setempat. “Progresnya ini kan baru awal dan kita sudah melakukan sosialisasi di Pulau Belitung dan Pulau Bangka, kita akan pilot projectkan dulu mana yang pas untuk dijadikan Kampung Pangan Halal.

Kebersihan lingkungannya, pola masyarakat, jangan sampai ada yang bertentangan dengan kehalalan,” katanya. Pemerintah provinsi juga telah akan melakukan sinergi dengan pemerintah kabupaten/ kota untuk menyiapkan Kampung Pangan Halal. “Nanti kita bersurat kepada bupati dan walikota dan kita sampaikan kriteria dan secara teknisnya. Kita mohon dukungan bupati dan walikota sehingga mereka juga bisa menetukan kampung mana yang sesuai dengan kriteria itu,” ujarnya.

Baca juga:Masjid Agung Sungailiat, simbolik keragaman dan berbudaya

Dikatakan Yuliswan, selain akan menumbuhkan kesadaran masyarakat menganai pangan halal, program Kampung Pangan Halal juga memiliki dampak baik bagi masyarakat setempat, seperti produk pangan yang telah disertifikasi halal lebih meningkat penjualannya, secara sosial masyarakat pun memiliki kebiasaan baik dengan menjaga lingkungan dan pola kehidupan lebih agamis, serta dapat menjadi tempat kunjungan wisatawan yang memberikan kontribusi bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Nanti produk lokal akan terus berkembang maju, disitu juga akan menjadi objek wisata khusus kuliner halal nanti wisatawan luar juga akan diajak kesana,” katanya. Yuliswan berharap dalam jangka pendek program tersebut dapat menjaga kualitas dan keamanan produk pangan lokal dan menarik masyarakat luar. Jangka panjangnya keberadaan Kampung Pangan Halal akan menjadi dorongan untuk desa lainnya, sehingga setiap desa memiliki Kampung Pangan Halal dan memajukan perekonomian Bangka Belitung. (BBR)


Penulis  : Irwan                              
Editor    : Sanjay
Sumber  :Babel Review