Sikapi Pernyataan BPJ Soal Pro Kontra KIP di Perairan Matras, IKT Ajak Masyarakat Saling Berangkulan

diko subadya
Sikapi Pernyataan BPJ Soal Pro Kontra KIP di Perairan Matras, IKT Ajak Masyarakat Saling Berangkulan
Capt : Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman, bersama ribuan peserta ikut Jalan Santai Pesta Rakyat, dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun PT Timah Tbk ke-43 dan HUT Kemerdekaan ke-74 RI Tahun 2019, Minggu (18/8/2019) lalu. (Foto: Ist)

PANGKALPINANG, BABELREVIEW.CO.ID -- Ikatan Karyawan PT Timah Tbk menilai pernyataan Wakil DPR RI asal Bangka Belitung, Bambang Pati Jaya (BPJ) telah melukai anggota IKT. Alasan tuduhan tersebut, IKT menilai pernyatan tersebut disampaikan ke publik tanpa dasar yang kuat. 

Bahkan pernyataan legislator dari Partai Golkar tersebut dianggap dapat berpotensi menimbulkan riak baru, ditengah memanasnya situasi saat ini. Demikian rilis yang diterima Babelreview dari Humas IKT PT Timah, Sabtu (14/12/2019) petang.

Dalam perspektif IKT, adalah tugas BPJ untuk menyuarakan aspirasi masyarakat. Namun disayangkan, pernyataan BPJ dianggap IKT hanya mewakili kelompok tertentu saja, bahkan terkesan menuduh PT Timah mengagitasi masyarakat. 

"Sangat miris, seorang wakil rakyat tidak objektif dan proporsional dalam melihat fakta di lapangan," ujar Fauzi Trisana, Ketua Umum IKT. 

Sebelumnya hangat diperbincangkan pernyataan Anggota Komisi VI DPR Bambang Patijaya ini yang sempat dimuat di media online teropongsenayan.com, Jumat (13/12/2019).

Dalam berita tersebut disebutkan bahwa Bambang Patijaya mendesak Menteri BUMN Erick Thohir untuk menegur dan memperingatkan jajaran direksi PT Timah. Desakan ini terkait pengoperasian Kapal Isap Produksi (KIP) di Perairan Matras, Kecamatan Sungailiat, Bangka Belitung dan sekitarnya.

Pengoperasian kapal tersebut menimbulkan pro-kontra di kalangan masyarakat. Pro-kontra inilah yang mendapat perhatian Bambang. Dia meminta Erick untuk  menegur direksi PT Timah agar tidak membenturkan masyarakat Bangka Belitung.

"Ini agitasi. Nanti ada yang menolak dan ada yang mendukung, ribut. Jadi antar kelompok masyarakat dibenturkan," kata politikus Partai Golkar ini.

Pernyataan Bambang Patijaya yang menyatakan PT Timah mengagitasi dengan menurunkan sekelompok masyarakat yang mendukung kegiatan KIP di kawasan pariwisata inilah yang ditanggapi serius oleh Ikatan Karyawan Timah (IKT), serikat pekerja di lingkungan internal PT Timah. 

"Dalam suasana yang cenderung kurang kondusif saat ini, BPJ seharusnya menjaga kondusifitas, bukan mengeluarkan pendapat yang asal – asalan dengan menyebutkan PT Timah mengagitasi sekelompok masyarakat untuk pro penambangan kapal isap," tukas Fauzi.

Dikatakan Fauzi, BPJ harus juga melihat PT Timah sebagai sebuah institusi dan instrumen resmi negara yang dalam kegiatan usahanya berorientasi untuk kontribusi terhadap pendapatan Negara. 

"Dalam aspek legalitas, PT Timah sejak dari dulu sudah menjalankan aspek- aspek good mining practices. Jauh hari sebelum maraknya tambang ilegal yang justru menjadi penyebab utama kerusakan lingkungan di Bangka Belitung," kata Fauzi. 

Dalam sejarahnya, kata Fauzi, aktivitas penambangan laut yang dilakukan PT. Timah sudah berlangsung sejak lama. Di sejumlah tempat, penambangan timah bahkan bisa berdampingan dengan pariwisata dan nelayan. 

Dalam konteks ini, menurut Fauzi, semua pihak seharusnya mampu menahan diri dan tidak saling memprovokasi. Menurutnya, sinergi adalah jalan terbaik untuk menyelesaikan permasalahan. 

"Kami seluruh Anggota IKT pada dasarnya selalu membuka hati dan tangan untuk saling berangkulan membangun negeri ini. Bukan dasar dan sifat kami untuk berkonfrontasi, apalagi dengan masyarakat nelayan yang sejak dari dulu selalu kami anggap sebagai sahabat dilaut maupun di darat," ujar Fauzi.

Melalui forum ini, jelas Fauzi, IKT mengajak semua pihak untuk menjaga suasana kondusif di Babel. Siapapun itu, apakah media, tokoh politik, tokoh masyarakat dan sebagainya. 

" Mari kita bertindak dengan kepala dingin dan hati yang jernih. Karena situasi yang tidak kondusif justru akan menguntungkan orang-orang yang ingin mengail di air keruh," tegas Fauzi.


Penulis : Doi Ahada

Editor : Doi Ahada

Sumber : Babelreview