Soal Lada, Gubernur: Masa Guru Kalah dengan Murid

kasmirudin
Soal Lada, Gubernur: Masa Guru Kalah dengan Murid
Gubernur Erzaldi saat bersilaturahmi dengan masyarakat Desa Telak, Parit Tiga, Kabupaten Bangka Barat di Masjid Al Ikhlas, Selasa (19/2/2019) malam. (foto: Dinas Kominfo Babel)

PARIT TIGA, BABELREVIEW.CO.ID -- Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Erzaldi Rosman terus berupaya untuk memotivasi petani, agar tetap berkebun lada. Pasalnya dulu Vietnam sempat berguru ke petani Bangka Belitung untuk menanam lada, kemudian sekarang produksi lada di negara tersebut sudah melimpah.

Produksi lada Vietnam bisa mencapai 300 ribu ton per tahun. Namun produksi lada di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang menjadi lumbung penghasil lada di Indonesia, terus mengalami penurunan. Padahal lada dengan brand Muntok White Pepper sudah dikenal dunia.

Ini sangat disayangkan Gubernur Erzaldi. Menurutnya, produksi lada Bangka Belitung mesti lebih banyak dari Vietnam. Karena sebelum menjadi daerah penghasil lada, negara Vietnam belajar bercocok tanam lada ke petani yang ada di Bangka Belitung. 

"Bangka Belitung ini gurunya Vietnam dalam hal menanam lada. Masa guru kalah dengan murid," canda Gubernur Erzaldi saat bersilaturahmi dengan masyarakat Desa Telak, Parit Tiga, Kabupaten Bangka Barat di Masjid Al Ikhlas, Selasa (19/2/2019) malam.

Gubernur Erzaldi yakin harga lada di pasaran berpotensi membaik dan ini tentunya harus menjadi perhatian petani. Seperti layaknya hukum ekonomi, jika barang banyak dapat membuat harga murah. Untuk itu petani disarankan jangan dulu menjual lada ke pasaran.

Agar lada tidak banyak di pasaran, saran Gubernur Erzaldi, maka lada hasil panen masyarakat lebih baik disimpan melalui program resi gudang. Lada tersebut masih punya petani, namun dengan resi yang diterbitkan, petani bisa mendapatkan uang sebanyak 70 persen dari harga lada yang disimpan.

"Kita akan memberi bantuan 500 bibit lada, 500 junjung dan lima kilogram pupuk untuk sebatang lada secara gratis. Ini upaya meningkatkan produksi lada. Nanti petani menanam sahang mengikuti standar, karena bibitnya bagus," kata Gubernur Erzaldi. (BBR/Kom)


Penulis  : Kasmir                                       
Editor    : Kasmir 
Sumber  :Babel Review