Sudah Meresahkan Warga, 8 Anak Jalanan Diamankan Sat Pol PP

kasmirudin
Sudah Meresahkan Warga, 8 Anak Jalanan Diamankan Sat Pol PP
Empat dari 8 anak jalanan yang diamankan Sat Pol PP Bangka Tengah, karena dinilai sudah meresahkan warga, Rabu (6/3/2019). (foto:Faisal)

KOBA, BABELREVIEW.CO.ID -- Delapan anak jalanan yang sudah meresahkan warga, berhasil digelandang ke Kantor Sat Pol PP Kabupaten Bangka Tengah saat sedang berkumpul di Alun-Alun Taman Kota Koba, Rabu (6/3/2019).

Ke delapan anak jalanan tersebut rata-rata masih di bawah umur. Mereka terdiri dari empat anak perempuan dan empat laki laki, yakni Ku (15) warga kulur, Fi (15) warga Padang Mulia Koba, Pu (15) Simpang Atung Dalam Koba, Ti (15) Simpang Perlang Koba, Fe (15) warga Berok Koba, Al (15) Sinar Laut Koba, Ju (18) warga Parit 3 Jebus, dan Ar (17) warga Kelapa.

"Kita mendapat informasi dari warga kalau kelompok anak jalanan ini sudah sangat meresahkan, akhirnya kita lakukan penertiban dan penangkapan saat mereka sedang berada di Alun-Alun Taman Kota,” ujar Kabid Ketertiban Umum, Sat Pol PP Bangka Tengah, Wijaya Sukarno kepada wartawan, Rabu (3/6/2019).

Wijaya mengatakan, anak-anak ini bagian dari kelompok anak punk atau gelandangan yang meresahkan masyarakat Koba. Mereka ini menyebar di titik-titik tertentu, ada di Pantai Sumur Tujuh, halaman Masjid Jamik, dll.

"Kegiatan mereka sehari-hari mengamen di tempat-tempat makan, dan uangnya mereka gunakan untuk membeli arak dan lem aibon. Bahkan, dari pengakuan salah satu di antara mereka sudah sering berhubungan badan," jelas Wijaya di kantornya.

Sambungnya, pada saat penertiban, dari tangan mereka diamankan, baju kaos, celana dalam, sepatu, jaket, alat musik ukulele, dan barang lainnya.

"Setelah penertiban, mereka kita bawa ke kantor dan langsung kita lakukan pemeriksaan urine yang dibantu oleh pihak Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Bangka Tengah," imbuhnya.

Ia mengatakan hasil tes urin ke delapan anak jalanan tersebut tidak ada yang positif mengandung narkotika.

"Tidak ada yang positif pengguna narkotika, namun mereka tetap akan dipanggilkan orang tuanya masing-masing. Karena masih di bawah umur, lalu kita serahkan penanganannya ke pihak Dinas Sosial untuk dibina," pungkasnya. (BBR)


Penulis  : Faisal                                                          
Editor    : Kasmir
Sumber  :Babel Review