Sungai Padang Dan Taman Desanya Yang Cantik

Admin
Sungai Padang Dan Taman Desanya Yang Cantik
Foto:Ichsan Husein

SIJUK, BABEL REVIEW -- Secara geografis desa ini terletak di paling utara Pulau Belitung. Tak banyak terekspos, diam-diam desa ini menyimpan banyak potensi menarik. Nama desanya sendiri diambil dari nama sungai yang membelah kawasan tersebut: Sungai Padang. Sungai Padang merupakan kebanggaan masyarakat setempat. Bukan sekedar sungai biasa, sungai tersebut punya sisi historis yang kuat.

Sungai Padang merupakan sungai purba yang terbentuk karena kontak antara batuan metasedimen formasi Kelapa Kampit berusia 245-360 juta tahun yang diterobos batuan granit berusia 230 juta tahun. Dalam sejarah perkembangan Islam di Pulau Belitung, Sungai Padang juga punya peran yang tak bisa dikesampingkan. Sungai ini merupakan akses penyebaran syiar Islam dengan ditemukannya bukti peninggalan pemakaman kuno dari Kerajaan Islam Aceh.

Saat ini keberadaan Sungai Padang juga sangat penting bagi kehidupan masyarakat sekitarnya di mana sungai tersebut menjadi akses para nelayan yang hendak melaut. Satu hal menarik lain dari Sungai Padang adalah keberadaan taman cantik yang terlihat di pinggirannya. Taman Sungai Padang tampak tidak dibuat “setengah-setengah”.

Ada upaya maksimal yang ditunjukkan warga desa agar taman ini bisa multifungsi dan pada akhirnya menjadi kebanggaan bersama. Jalanan setapak dibuat sedemikian rupa agar bisa jadi tempat yang nyaman untuk berjalan-jalan. Ada juga gazebo tempat bersantai bagi keluarga.

Taman Sungai Padang juga difungsikan remaja sebagai area berolahraga, terutama saat sore hari. Terdapat satu lapangan sepak takraw yang berada tak jauh dari menara pandang. Tak ketinggalan, fasilitas toilet bersih pun tersedia di sini.

Untuk mempercantik tampilan taman, dibuat tulisan landmark Sungai Padang berwarna silver yang terlihat jelas saat orang-orang melintasi jembatan Sungai Padang.   Desa Sungai Padang terletak di Kecamatan Sijuk, berjarak sekitar 40 KM dari Kota Tanjungpandan atau dapat ditempuh dalam waktu kurang dari 60 menit dengan berkendara santai menggunakan kendaraan roda dua atau empat. (BBR)


Penulis  : Ichsan 
Editor    : Sanjay
Sumber  :Babel Review