Tak Lengkapi Perizinan, Tiga Perusahaan Ini Terancam Disegel

kasmirudin
Tak Lengkapi Perizinan, Tiga Perusahaan Ini Terancam Disegel
Kasi Wasdal Penanaman Modal, Andi Firmansyah. (Foto: Andre)

TOBOALI, BABELREVIEW.CO.ID -- Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan (Basel) kembali melayangkan Surat Peringatan (SP) 2 kepada tiga perusahaan yang melakukan aktivitas di daerah tersebut.

Melalui Dinas Penanaman Modal Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPPTSP), ketiga perusahaan tersebut menerima peringatan tertulis kedua, karena belum melengkapi dokumen perizinan.

"Tiga perusahaan yang telah dilayangkan SP 2 karena tidak mengindahkan SP 1, yakni PT Chandra Jaya Makmur Abadi, PT Bangka Malindo Lestari (BML) dan PT Swana Nusa Sentosa (SNS), " sebut Kasi Wasdal Penanaman Modal, Andi Firmansyah.

Diakuinya, sampai saat ini mereka masih membandel dan belum ada tindak lanjut melengkapi dokumen perizinan sampai batas waktu yang ditentukan. Makanya, dilayangkan kembali peringatan kedua pada tanggal 24 Juni 2019 lalu.

"Perusahaan tersebut aktivitasnya diberhentikan terlebih dahulu, sebelum mengurus kelengkapan perizinan ke pemerintah daerah," katanya, pada Rabu (3/7/2019).

Kurun waktu 30 hari lanjutnya, jika tidak diindahkan SP 2 tersebut, pihaknya akan mengambil langkah tegas dengan melayangkan SP 3 yang ditembuskan ke Satpol PP Kabupaten Basel.

“Dalam 30 hari tidak ada tindaklanjut, SP 3 tembusan ke Satpol PP dan langsung dilakukan penyegelan. Kita tetap awasi dan selalu memastikan mereka tidak beroperasi. Kalau masih tetap beroperasi bisa dilakukan perobohan bangunan sesuai Perbup,” tegasnya.

Menurut dia, tindakan ini dilakukan semata sebagai upaya untuk melakukan penertiban bagi pemilik usaha, agar menjalankan kewajibannya membayar pajak untuk daerah untuk menyumbangkan PAD. Artinya, kalau tidak dijalankan, berarti pihak perusahaan pengemplang pajak dan melakukan tindak pidana.

“Selain kita layangkan SP 2, kita juga layangkan SP 1 kepada dua perusahaan lainnya yakni PT Sadai Jaya Lestari yang beraktivitas di bidang tambak udang dan pabrik es yang semuanya di Desa Pasir Putih, Sadai. Mereka belum juga melengkapi dokumen perizinan. Sejauh ini baru empat perusahaan yang lebih kooperatif mengurus izin,” tutupnya. (BBR)


Penulis  : Andre
Editor    : Kasmir
Sumber : Babel Review