Taman Edukasi Madu Kelulut Desa Namang, Wisata Keluarga Sambil Nikmati Madu Langsung dari Sarangnya

kasmirudin
Taman Edukasi Madu Kelulut Desa Namang, Wisata Keluarga Sambil Nikmati Madu Langsung dari Sarangnya
Loka wisata Taman Edukasi Madu Kelulut Desa Namang, Kabupateng Bangka Tengah, mulai ramai dikunjungan wisatawan. (Foto: Faisal)

NAMANG, BABELREVIEW.CO.ID -- Namang merupakan kecamatan yang masih memiliki banyak hutan yang merupakan paru-paru bagi daerah Bangka Tengah, yang dikembangkan menjadi kawasan hutan lindung untuk loka wisata hutan.

Setelah terkenal dengan wisata hutan pelawan, persawahan, dan gurun pelawannya, kini para pengunjung bisa menikmati destinasi wisata baru yaitu Taman Edukasi Madu Kelulut.

Wisata edukasi yang dikelola oleh Komunitas Pemuda Taman Sadaki (Salam dari kite) tersebut, lokasinya berada kurang lebih 200 meter dari persawahan Desa Namang.

Ketua Pemuda Taman Edukasi Madu Sadaki, Miftahudin mengatakan, wisata taman berkonsep edukasi ini sangat cocok untuk berlibur dan wisata keluarga. Karena terdapat peternakan madu yang dikelola oleh para Pemuda Taman Sadaki.

"Wisata Taman Edukasi ini baru dibuka sekira 4 bulan yang lalu dan dikelola oleh para pemuda yang berjumlah 15 orang," ujar Miftahudin kepada Babel Review, Sabtu (9/11/2019).

Miftahudin menuturkan, sejak pertama dibuka, sudah banyak tamu yang datang berkunjung di antaranya tamu dari BPBD Jogjakarta, Ibu-ibu dari Korem 045 Garuda Jaya.

"Alhamdulillah para pengunjung sangat antusias dengan wisata baru ini, bulan yang lalu juga Kami membuat acara event dangdut di taman ini," ucapnya.

Ia menerangkan, Wisata Taman Edukasi ini dilengkapi dengan fasilitas gazebo, taman bermain dan kedai madu sadaki, sehingga para pengunjung dapat menikmati madu secara langsung dari sarang lebahnya.

"Namang sangat terkenal dengan madunya, dengan adanya konsep wisata yang bisa memperkenalkan keunggulan desa ini, saya harapkan mendapat dukungan penuh dari Pemkab Bangka Tengah," harapnya.

Bagi para wisatawan yang ingin berkunjung, jarak tempuh dari Pangkalpinang ke loka wisata ini sekira 37 km jalan darat dengan akses jalan aspal dan tanah merah yang sudah rapi. Bagi pengunjung hanya dikenakan biaya masuk sebesar Rp 2000 per orang, sudah termasuk parkir dan menghisap madu alami langsung dari sarangnya. (BBR)


Penulis  : Faisal                                                             
Editor    : Kasmir
Sumber  :Babel Review