Tarif Angkutan Udara Turun, Bangka Belitung Mengalami Deflasi Hingga 3,64%

Admin
Tarif Angkutan Udara Turun, Bangka Belitung Mengalami Deflasi Hingga 3,64%
foto:ilustrasi/net

PANGKALPINANG, BABELREVIEW.CO.ID – Dalam catatan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Bangka Belitung, pada Agustus 2019, Bangka Belitung tercatat mengalami deflasi -0,18 persen dibanding bulan sebelumnya, atau secara tahunan mengalami inflasi sebesar 3,64 persen (yoy).

Deflasi Agustus 2019 utamanya disumbangkan oleh sub kelompok tarif angkutan udara. “Menurunnya permintaan terhadap angkutan udara serta adanya kebijakan pemerintah untuk menurunkan batas atas tarif angkutan udara mengakibatkan Bangka Belitung mengalami deflasi pada bulan Agustus 2019” ungkap Asisten Direktur Kantor Perwakilan Bank Indonesia Prov. Kep. Bangka Belitung, Edy Josinar Purba dalam rilisnya, Rabu (11/9/2019).

Secara spasial, baik Pangkalpinang maupun Tanjungpandan, keduanya mengalami deflasi di bulan Agustus 2019. Pangkalpinang tercatat mengalami deflasi sebesar -0,10 persen (mtm) dengan inflasi tahunan sebesar 4,31 persen (yoy).

Sementara itu, Tanjungpandan mengalami deflasi lebih dalam dibandingkan dengan Pangkalpinang, yakni -0,35 persen (mtm) dengan inflasi tahunan sebesar 2,43 persen (yoy).  Kondisi ini berbeda dengan kondisi nasional yang mengalami inflasi sebesar 0,12 persen (mtm) dengan inflasi tahunan sebesar 3,49 persen (yoy).

“Komoditas transpor, komunikasi dan jasa keuangan menjadi penyumbang utama pada deflasi bulan Agustus 2019, baik di Pangkalpinang maupun Tanjungpandan. Angkutan udara merupakan sub kelompok pada komoditas ini yang memberikan andil deflasi terbesar di bulan Agustus,” jelas Edy.

Andil angkutan udara tercatat sebesar -0,17 persen (mtm) pada deflasi di Pangkalpinang, sebesar -0,43 persen (mtm) pada deflasi di Tanjungpandan dan sebesar -0,27% (mtm) pada deflasi di Bangka Belitung. Deflasi yang terjadi pada kelompok ini utamanya disebabkan karena terjadinya normalisasi permintaan transportasi terutama angkutan udara setelah bulan lebaran dan liburan usai. Selain itu kebijakan pemerintah untuk menurunkan batas atas tarif angkutan udara sejak dua bulan lalu telah memberikan dampak positif terhadap deflasi komoditas ini. (Irwan/BBR)


Penulis  : Irwan
Editor    :Ahada
Sumber : Babel Review