Terombang-ambing 14 Jam di Tengah Laut, 7 ABK Diselamatkan Polair Bangka Tengah

kasmirudin
Terombang-ambing 14 Jam di Tengah Laut, 7 ABK Diselamatkan Polair Bangka Tengah
Tujuh awak Kapal Bunga Pantai yang terombang-ambing di perairan Kabupaten Belitung berhasil diselamatkan jajaran Polair Bangka Tengah, Sabtu (20/7/2019). (Foto: Faisal)

BANGKA TENGAH, BABELREVIEW.CO.ID -- Polair Bangka Tengah bersama ASP 21 Syahbandar Kabupaten Bangka Selatan, berhasil menyelamatkan 7 awak Kapal Bunga Pantai yang terombang-ambing di perairan Kabupaten Belitung pada Sabtu (20/7/2019).

Saat diwawancarai Babel Review, nahkoda kapal, Firman mengatakan kapal yang dinahkodai dirinya tersebut terombang-ambing selama 14 jam hingga memasuki perbatasan laut Bangka Tengah dan Bangka Selatan.

"Kami berangkat dari pelabuhan Sunda Kelapa menuju Pontianak pada Jum’at (19/7) pukul 02.00 WIB, keesokan harinya sekira pukul 09.00 WIB tepatnya berada di titik koordinat 103.50 + 107.05, mesin kapal kami mati dihantam gelombang setinggi dua meter,” jelas Firman, saat berada di Mapolres Bangka Tengah, Senin (22/7/2019).

Saat kejadian tersebut, seketika dirinya beserta 6 ABK langsung berusaha menurunkan jangkar kapal. Namun, kondisi arus dan gelombang saat itu besar sekali, sehingga menyebabkan tali jangkar tak mampu menahan beban hingga putus.

“Dengan kondisi mesin mati dan tali jangkar putus, kami terombang-ambing di lautan. Hingga akhirnya pada pukul 11 malam kami, berhasil diselamatkan pihak Basarnas dan Syahbandar Toboali saat memasuki perbatasan laut Bangka Tengah dan Bangka Selatan," jelasnya.

Sementara itu, Kapolres Bangka Tengah, AKBP Edison Ludy Bard Sitanggang mengatakan, enam ABK dan satu nakhoda sudah dievakuasi. Saat ini semuanya sudah berada di Mapolres Bangka Tengah.

"Seluruh korban sudah kita evakuasi dan bersyukur peristiwa tersebut tidak menelan korban jiwa," ucapnya.

Kapolres menjelaskan, Kapal tersebut mengalami mati mesin selama 14 jam, hingga menyebabkan kapal terbawa arus ke perbatasan laut Bangka Selatan dan Bangka Tengah.

"Mendapat informasi adanya kejadian tersebut dari pihak Syahbandar Toboali, kemudian anggota Polair kami bersama Basarnas segera melakukan evakuasi dan saat ini seluruh korban sudah berada di Mapolres guna diberikan pertolongan,” pungkas Kapolres. (BBR)


Penulis  : Faisal
Editor    : Kasmir
Sumber : Babel Review