Terseret Ombak Pantai Matras, Hingga Malam Anya Belum Ditemukan

kasmirudin
Terseret Ombak Pantai Matras, Hingga Malam Anya Belum Ditemukan
Basarnas Bersama Polair, BPBD dan warga hingga malam hari masih melakukan pencarian di sepanjang bibir Pantai Matras dengan perahu karet. (Foto: Ibnu)

SUNGAILIAT, BABELREVIEW.CO.ID -- Pantai Matras Sungailiat, Kabupaten Bangka kembali menelan korban jiwa. Kali ini yang menjadi korban warga yang tinggal di daerah Sudimampir Sungailiat. Hendra orang tua dari Anya (11) masih menunggu kabar anaknya, yang sampai hari ini masih belum ditemukan.

Saat itu Anya bersama dengan kakaknya, Farel (13) sedang mandi di pinggir pantai Matras, Kamis (11/7/2019) sore. Lalu tiba-tiba mereka terseret arus ombak.

Pian, paman dari korban yang waktu itu juga ikut mandi bersama menjelaskan, pada saat mereka berenang di pinggir pantai di dekat talud, namun Anya tiba-tiba terseret ombak. Arel yang melihat adiknya terseret tersebut langsung memegang tangan Anya namun ikut terseret.

Salah satu paman korban yang lainnya, Anggi, ketika melihat Arel yang sudah lemas turut membantu namun kewalahan. Warga sekitar yang melihatpun langsung mencoba membantu dan berhasil menyelamatkan Anggi dan Farel. Namun sayangnya Anya terlepas dari tangan Anggi dan terbawa arus.

"Awalnya mereka berempat mandi pantai bersama, ketika melihat Anya yang lemas terseret oleh ombak kemudian dipegang abangnya (Farel-red) tapi ia juga ikut lemas. Kemudian pamannya (Anggi-red) ikut memeggang Arel tapi tidak sanggup dan lemas kemudian ada warga yang turun berenang menariknya. Namun tangan Anya terlepas dari pegangan Farel," jelas Pian.

Kemudian Farel dan Anggi langsung dibawa ke Rumah Sakit Medika Stania Sungailiat untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

"Alhamdulillah, keduanya selamat dan sekarang sudah sadarkan diri. Kalau tidak salah kejadiannya sekitar pukul 15:00 WIB," ungkapnya.

Sebelum mereka berangkat untuk berlibur ke Pantai Matras, Pian menjelaskan, bahwa Anya menyempatkan diri untuk memberitahu ayahnya melalui pesan WA.

"Anya sempat menulis pesan lewat WA kepada ayahnya jika ingin pergi ke pantai, tapi tidak beritahu pergi ke pantai mana. Baru sekitar pukul 19:00 WIB malam ini WA dari Anya baru masuk. Ayahnya pasti tidak akan berikan ijin jika akan pergi ke Pantai Matras," tukasnya.

Tim dari Basarnas masih melakukan pencarian korban hingga pukul 21:00 WIB di sepanjang pinggir pantai. Dibantu juga dari pihak Polair, BPBD dan warga yang mencoba menyisir Pantai Matras dengan perahu karet, namun tidak mendapatkan hasil.

Mengingat kurangnya pencahayaan dan dan faktor lainnya, pencarian dihentikan sementara dan akan dilanjutkan esok hari (hari ini-red). (BBR)


 

Penulis  : Ibnu
Editor    : Kasmir
Sumber : Babel Review