Tidak Ada Jawaban dari Pihak Perusahaan, Massa Ancam Demo Lebih Besar

kasmirudin
Tidak Ada Jawaban dari Pihak Perusahaan, Massa Ancam Demo Lebih Besar
Ratusan massa dari 12 desa di tiga kecamatan di Bangka Barat melakukan unjuk rasa memprotes kebijakan perusahaan yang belum juga memenuhi tuntutan mereka, Kamis (31/5/2018). (foto:buditio)

KELAPA, BABELREVIEW -- Ratusan massa dari 12 desa di tiga kecamatan di Kabupaten Bangka Barat beserta Forum Rembuk Kepala Desa (FRKD) Bangka Barat berunjuk rasa di PT. LWI di Desa Terentang dan PT. BPL di Desa Kacung. Kedua perusahaan ini masih merupakan satu group dan bergerak di perkebunan kelapa sawit.

Ratusan massa yang telah berkumpul dari sejak pukul 09.00 WIB ini bergerak menuju PT. LWI di Desa Terentang untuk menyampaikan beberapa tuntutan terkait dengan kewajiban plasma bagi masyarakat, luasan HGU perusahaan, dan pengolahan limbah perusahaan tersebut.

Ketua koordinator lapangan, Susiadi, menyampaikan dalam orasinya bahwa pihaknya yang tergabung dalam FRKD Bangka Barat menuntut agar PT. BPL dan LWI melaksanakan amanah UU No.39/2014 tentang Perkebunan Mengenai Kewajiban Perusahaan memfasilitasi kebun plasma bagi masyarakat seluas minimal 20 %. Dikarenakan pihak perusahaan tidak dapat menemui pengunjuk rasa, akhirnya mereka “menyegel” jalan masuk ke pabrik dengan menggunakan batang dan pelepah sawit.

Massa lalu bergerak menuju PT. BPL di Desa Kacung. Saat melakukan aksi orasi di PT. BPL, para kepala desa yang hadir akhirnya dapat menemui perwakilan perusahaan.

Dalam pertemuan tersebut pihak perusahaan yang diwakili oleh Bayu dari Humas mengatakan bahwa tuntutan dari masyarakat tersebut telah disampaikan kepada pimpinan. Dan ia pun tidak dapat memutuskan, karena hanya sebagai karyawan biasa.
Karena tidak dapat mendapatkan jawaban seperti yang diharapkan akhirnya diputuskan akan membawa persoalan ini saat rapat pada 5 Juni 2018 nanti di Pemkab Bangka Barat.

Dalam aksi unjuk rasa ini tampak Kapolres Bangka Barat, AKBP Firman Andreanto, S.H, S.IK, memimpin langsung pengamanan di lapangan. Sekira pukul 14.00 WIB massa akhirnya membubarkan diri dan berjanji akan melakukan aksi yang lebih besar jika tuntutan mereka tidak dapat dipenuhi.(BBR)


Penulis :Buditio
Editor   :Kasmir
Sumber :Babelreview