UAS: Penghasilan Anggota Legislatif dari Hasil Money Politic Hukumnya Haram

kasmirudin
UAS: Penghasilan Anggota Legislatif dari Hasil Money Politic Hukumnya Haram
Ustadz Abdul Somad saat menghadiri tabligh akbar dalam rangka memeriahkan Tahun Baru Islam 1441 Hijriah di Masjid Ar Raihan Koba, Bangka Tengah, Selasa (3/8/2019) malam. (Foto: Faisal)

BANGKA TENGAH, BABELREVIEW.CO.ID -- Ustad Abdul Somad (UAS) mengatakan, penghasilan anggota legislatif yang menang dalam Pemilu dengan menggunakan metode money politic (politik uang), hukumnya haram.

Hal tersebut disampaikan UAS, saat menjawab salah satu pertanyaan jemaah yang hadir dalam acara Tabligh Akbar memperingati Tahun Baru Islam 1441 H di Masjid Ar Raihan Koba, Bangka Tengah, Selasa (3/8/2019) malam.

Dalam pertanyaan tersebut, “Pak ustad, bagaimana hukumnya menerima penghasilan sebagai anggota dewan yang menang karena money politic”. Lalu ia menjawab, “hukumnya jelas haram”.

"Di antara dalil-dalilnya sabda Rasulullah SAW, sebagaimana diriwayatkan Abu Dawud dan Tirmidzi. Bunyinya, "Rasulullah SAW melaknat orang yang menyogok dan menerima sogokan". Sama seperti orang menipu saat berdagang, menjual barang bagus luarnya, namun buruk dalamnya," jelas UAS dihadapan ribuan jemaah yang hadir.

Sambungnya, Rasullulah bersabda "Golongan yang menipu orang banyak, bukan termasuk bukan golongan kami". Oleh sebab itu, penghasilan dari cara yang haram akan selalu hukumnya haram.

"Sama seperti Nabi Muhammad SAW melarang hasil dari jual beli anjing, hasil prostitusi, dan hasil dari perdukunan. Karena semua penghasilan yang bersumber dari yang haram hukumnya pun haram," terangnya.

Ia menjelaskan, walaupun hasil haram tersebut digunakan untuk hal yang baik seperti naik haji, bangun masjid dan memberi anak yatim. Namun, Allah tidak akan menerima kecuali yang suci-suci saja.

"Jadi raihlah sesuatu dengan cara yang baik-baik, karena yang tidak baik selamanya tidak akan diterima oleh Allah SWT," pungkasnya. (BBR)


Penulis  : Faisal
Editor    : Kasmir
Sumber : Babel Review