Ulat Bulu yang Serang Warga Pangkalarang Jenis Kelompok Lepidoptera

kasmirudin
Ulat Bulu yang Serang Warga Pangkalarang Jenis Kelompok Lepidoptera
Dinas Pertanian Provinsi Bangka Belitung bersama Dinas Pertanian dan Pangan Kota Pangkalpinang, melakukan Penyemprotan terhadap hama ulat bulu yang menyerang pemukiman warga Pangkalarang, Kelurahan Ketapang, Kecamatan Pangkalbalam, Kota Pangkalpinang, Rabu (12/6) pagi.

PANGKALPINANG, BABELREVIEW.CO.ID -- Dinas Pertanian Provinsi Bangka Belitung bersama Dinas Pertanian dan Pangan Kota Pangkalpinang, bertindak cepat melakukan Penyemprotan terhadap hama ulat bulu yang menyerang pemukiman warga Pangkalarang, Kelurahan Ketapang, Kecamatan Pangkalbalam, Kota Pangkalpinang, Rabu (12/6) pagi.

Penyemprotan dilakukan menggunakan racun inteksida pada tanaman bakau yang terletak di seputaran sungai Pangkalarang, dimana ulat bulu banyak ditemukan.

Kepala Dinas Pertanian Babel, Juaidi mengatakan, telah menerima laporan dari masyarakat terkait serangan ulat bulu ini dan segera melakukan identifikasi penyebab pasti kejadian.

“Setelah mendengar laporan dan mengecek memang benar adanya semacam ulat bulu di kampung ini dan kita langsung cek ke lapangan seperti apa kejadian dan juga seperti apa ulatnya. Dari analisa awal kita memang semacam ulat bulu dari kelompok lepidoptera, yang biasa menyerang tanaman bakau," jelas Juaidi kepada awak media.

Baca juga: Ribuan Ulat Bulu Serang Warga Pangkalarang

Meski demikian, Juaidi menuturkan, pihaknya akan terus mendalami penyebab pasti fenomena wabah ulat bulu dan penyebab gatal-gatal yang menyerang warga Pangkalarang.

Juaidi.

"Kita belum yakini juga apa ulat ini yang menyebabkan terjadinya gatal-gatal di pemukiman tersebut, atau karena air yang ada di sungai. Untuk itu kita akan cek kualitas air disini, jangan-jangan karena airnya juga," tuturnya.

Selanjutnya, Dinas Pertanian akan melakukan identifikasi lebih detail terkait jenis ulat ini, dengan sementara waktu akan memelihara ulat tersebut hingga menjadi kupu-kupu.

"Ulat ini akan kita pelihara dan kita identifikasi lebih detail jenis ulat apa. Kalau kita lihat langsung seperti ini tidak bisa harus diidentifikasi saat menjadi kupu-kupu dari ulat menjadi kepompong, baru nanti menjadi kupu kupu baru bisa kita identifikasi jenisnya," terang Juaidi.

 

Halaman selanjutnya >>


Penulis  : Diko 
Editor    : Kasmir
Sumber : Babel Review