VIDEO Anggota Satpol PP Korban Kemarahan Penambang Ilegal di Sijuk Jalani Operasi Di RSUP Babel

Admin
VIDEO Anggota Satpol PP Korban Kemarahan Penambang Ilegal di Sijuk Jalani Operasi Di RSUP Babel
Foto dan video:Irwan

PANGKALPINANG, BABELREVIEW.CO.ID – Pasca insiden bentrokan antara Petugas Satpol PP Bangka Belitung dengan penambang timah di Desan Sijuk, Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung, Sabtu (2/11/2019) dua orang Anggota Satpol PP harus menjalani operasi karena mengalami luka serius.

Anggota Satpol PP yang mengalami luka serius tersebut harus di rujuk ke RSUP Bangka Belitung untuk mejalani operasi karena jari tangan korban nyaris putus.

Naza, kakak kandung korban yang ditemui di RSUP Babel mengatakan adiknya saat itu sedang menjalani puasa untuk persiapan operasi. “Adik sekarang sedang puasa kata tim medis sekitar jam 5 kata dokter operasi. Di tangannya dijahit mungkin disambung,” ujarnya.

Terkait aksi anarkis penambang timah, Gubernur Bangka Belitung Erzaldi Rosman mengaku akan berkoordinasi dengan Polda untuk secara konsisten memerangi tambang timah ilegal serta perbuatan anarkis warga yang mengakibatkan kerugian. Gubernur berjanji akan terus melakukan pemberantasan tambangan timah ilegal.

“Saya ingin menyampaikan kepada masyarakat baik yang terkait maupun tidak jangan menambang di lokasi yang ilegal seperti hutan lindung yang ada di Sijuk. Kita ini kan semua ada aturannya, jangan sampai hutan kita jadi rusak dan yang dipermasalahkan pemerintah daerah. Saya minta khususnya kepada petugas kita harus melakukan tindakan tegas,” kata Erzaldi.

Kejadian berawal dari penertiban tambang timah ilegal di kawasan Sungai Sengkelik, Desa Sijuk, Belitung. Dalam penertiban tersebut, petugas sempat mengamankan sejumlah alat tambang. Tak cuma itu, petugas juga membakar sejumlah peralatan tambang.

Namun saat penertiban dilakukan tiba-tiba massa penambang mengepung lokasi tersebut dan melakukan tindakan perlawanan kepada petugas. Sementara itu, Wakil Gubernur Abdul Fatah yang ikut dalam rombongan selamat walaupun sempat mengalami intimidasi. Dalam insiden tersebut, 20 Petugas Satol PP mengalami luka-luka dan 15 unit mobil dirusak. (BBR)


Penulis  : Irwan
Editor    : Ahada
Sumber : Babel Review