Wagub Abdul Fatah Terima Sertifikat Penetapan Lembar Warisan Budaya Tak Benda 2019

kasmirudin
Wagub Abdul Fatah Terima Sertifikat Penetapan Lembar Warisan Budaya Tak Benda 2019
Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Abdul Fatah saat menerima Sertifikat Penetapan Lembar Warisan Budaya Tak Benda Indonesia Tahun 2019 yang diserahkan langsung oleh Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo di Istora GBK Jakarta, Selasa (08/10/2019) malam. (Foto: Ist)

JAKARTA, BABELREVIEW.CO.ID -- Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Abdul Fatah menerima Sertifikat Penetapan Lembar Warisan Budaya Tak Benda Indonesia Tahun 2019. Apresiasi Penetapan Warisan Budaya Tak Benda Indonesia diserahkan langsung oleh Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo di Istora GBK Jakarta, Selasa (08/10/2019) malam.

Dikutip dari Humas Pemprov Babel, Kemendikbud telah menetapkan sebanyak 267 Warisan Budaya Tak Benda pada 2019. Warisan budaya tak benda itu terdiri dari berbagai macam jenis, mulai seni tari, seni pertunjukan, tradisi, pengetahuan, adat istiadat, permainan tradisional, dan lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, Mendagri meminta kepala daerah untuk mematenkan warisan budaya yang dimiliki masing-masing. Menurutnya, jangan sampai budaya maupun kesenian daerah diakui negara lain.

“Kami meminta kepada kepala daerah untuk yang tadi telah ditetapkan sebagai warisan budaya masing-masing daerah, kalau bisa dipatenkan melalui Kemenkumham. Saya mengajak untuk segera dipatenkan yang menyangkut kesenian, budaya, kuliner, jangan sampai diakui oleh negara lain,” kata Mendagri.

Mendagri menekankan, agar pemerintah daerah mensinergikan kewenangan urusan wajib non pelayanan  dasar yang berupa kebudayaan dengan pemerintah pusat untuk diinventarisir bersama.

“Saya hanya sekedar mengingatkan buat teman-teman kepala daerah, berkaitan dengan Undang-Undang Pemda dan Undang-Undang Kebudayaan yang ada, bahwa ada kewenangan urusan wajib non pelayanan dasar, yaitu kebudayaan yang kemudian harus disinergikan antara pemerintah pusat dan daerah dalam rangka mengakomodasikan, menginventarisir berbagai macam kebudayaan kita,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengatakan, UNESCO mendorong seluruh negara untuk melakukan pelestarian dan pemajuan warisan budaya tak benda.

“Oleh karena itu, apa yang dilakukan bukan hanya amanat UUD, tapi juga komitmen kita sebagai bagian warga dunia untuk melestarikan apa yang ditinggalkan leluhur," ujar Mendikbud.

Wagub Babel Abdul Fatah mengungkapkan lembar Warisan Budaya Tak Benda diterima Provinsi Babel dikarenakan Provinsi Babel mempunyai tradisi dan ekspresi lisan, seni pertunjukan, adat istiadat masyarakat serta kemahiran kerajinan tradisional.

Abdul Fatah berharap apa yang diterima ini, akan menjadi pemacu Babel untuk lebih melindungi lagi warisan budaya tak benda yang dimiliki Babel, melalui inventarisasi, pengamanan, penyelamatan, dan publikasi objek pemajuan kebudayaan. (BBR)


Penulis  : Irwan
Editor    : Kasmir
Sumber : Babel Review