Wagub Minta OPD Tangani Stunting dengan Turun Langsung ke Lapangan

kasmirudin
Wagub Minta OPD Tangani Stunting dengan Turun Langsung ke Lapangan
Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, H. Abdul Fatah memimpin rapat pencegahan dan penanganan stunting, bersama OPD di lingkungan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Selasa (7/4/2019). (Pemprov Babel)

PANGKALPINANG, BABELREVIEW.CO.ID -- Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, H. Abdul Fatah untuk ke sekian kalinya memimpin rapat pencegahan dan penanganan stunting, bersama OPD di lingkungan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Dalam rapat kali ini, wagub meminta sekaligus menegaskan, agar kepala OPD di lingkungan Pemerintah Provinsi Babel yang menangani stunting untuk turun langsung ke lapangan, guna menangani permasalahan stunting yang terjadi di sejumlah kabupaten dan kota di Babel.

"Kita harus turun, untuk menginventarisir data stunting. Kumpulkan masyarakat dan aparatur di desanya," kata wagub pada saat memimpin rapat pencegahan dan penanganan stunting, Selasa(7/5) di ruang rapat wakil gubernur Babel.

Dijelaskan wagub, tujuan turun langsung OPD ke lapangan, guna mendapatkan data yang valid di daerah-daerah yang terkena stunting.

"Kalau sudah ada data, itu akan lebih mudah lagi mengambil langkah-langkah berikutnya,” kata wagub.

Dalam rangka mencegah dan menangani stunting, tambahnya diperlukan data-data yang akurat, baik itu data yang sudah terkena stunting maupun data yang belum atau masih proses stunting.

“Yang sudah kena stunting harus dapat penanganan juga dan yang belum, kita lakukan pencegahan dengan memberikan asupan gizi. Dalam usia kandungan yang masih 0 tahun, di atas dua tahun tetap dilakukan penanganan stanting, agar SDM kita lebih baik," tegas wagub.

Oleh sebab itu, lanjut wagub nantinya pihak OPD Pemerintah Provinsi Babel pada saat terjun ke lapangan mengundang dan mengunjungi serta melibatkan masyaraat dan OPD kabupaten dan kota.

‘Melibatkan unsur-unsur masyarakat dan kades, penghulu untuk menjelaskan penyuluhan mengenai stunting,” tuturnya.

Rapat dihadiri Kepala DPMD Babel Yuliswan, Kepala Dinas Kesehatan Babel Mulyono dan kepala Bapeda Babel ini, wagub berharap nantinya permasalahan penanganan stunting akan di tindaklanjuti terus salah satunya di Musrenbangdes 2020 mendatang.

“Penanganam stunting harus dilakukan juga pada ibu-ibu hamil, misalnya Dinas Kesehatan harus memperhatikan kesehatan ibu hamil dan perlu penganggaran,” tambahnya.

Mendengar hal  tersebut, Yuliswan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyaraat dan Desa Provinsi Babel bersama OPD yang hadir, sesegera mungkin melakukan perencanaan untuk turun langsung ke lapangan.

“Kita tentukan saja jadwal kunjungan ke kabupaten dan kota, salah satunya ke Bangka Selatan, kita jadwalkan hari Kamis ini mengundang aparatur desa, Posyandu dan PKK," kata Yuliswan yang diiyakan oleh Kepala Dinkes Babel, Mulyono.

Dijelaskan Yuliswan, pihak sudah lakukan kunjungan. Namun, kunjungan kali ini lebih intens lagi secara  keseluruhan ke kabupaten/kota dengan tujuan meminta dan menginventarisir terhadap akurasi data stunting. Karena ini yang pada akhirnya untuk menentukan anggaran dana desa atau provinsi.

“Gubernur akan buat udangan ke pemerintah kabupaten/kota, untuk perubahan anggaran Pemdes 2019,” katanya. (BBR)


Penulis  : Mislam (CJ)
Editor    : Kasmir
Sumber : Pemprov Babel