Wisata Baru Taman Bunga di Gantung

Admin
Wisata Baru Taman Bunga di Gantung
Foto:Vera Vlesia

BELTIM, BABEL REVIEW -- Anyaman bambu, sebuah aktivitas kerajinan tangan yang mengandalkan bahan dasar bambu populer di beberapa tempat, tetapi tidak demikian halnya di Kabupaten Belitung Timur. Akhir-akhir ini, anyaman bambu mulai dikembangkan sebagai usaha kerajinan masyarakat. Tradisi budaya yang telah berkembang secara turun-temurun ini ternyata bukan sebagai mata pencaharian utama, namun sebagai pengisi waktu senggang di mana pekerjaan utama masyarakat adalah berkebun.

Wisata baru yang ada di Kecamatan Gantung, Kabupaten Belitung Timur, yakni Taman Bunga yang barubaru ini menjadi perhatian warga masyarakat. Tempat bernuansa alam yang berada jauh dari pusat kota ini mulai dikembangkan satu tahun terakhir oleh Dandung (37) dengan menawarkan hamparan bunga celosia yang sudah mekar.

Keindahan tanaman bunga yang cantik ini bisa menjadi latar foto menarik bagi pengunjung yang hobi berswafoto. Selain itu taman ini juga dilengkapi replika kincir angin yang dibangun di tengahnya dan spot dengan simbol ‘love’ yang terdapat di bagian depan taman bunga. Dikatakan Dandung, lokasi taman bunga ini  merupakan lahan bekas tanaman lada yang kemudian dimanfaatkannya untuk ditanami bibit bunga celosia.

Berbagai jenis bunga celosia di lahan sekitar setengah hektar ini tumbuh dan tertata rapi di sepanjang ruas lintasan taman. Ternyata ketika sudah mekar, menjadi daya tarik tersendiri dan kemudian dijadikan sebagai taman wisata untuk dikembangkan sebagai salah satu objek wisata. Salah-satu faktor tumbuhnya bunga celosia di lahannya karena dinilai cocok dengan iklim Belitung Timur.

“Awalnya gagal karena cuaca hujan terus dan banyak bunga yang busuk, namun sejak jarang hujan, bunganya banyak yang mekar karena memang jenis tanaman ini butuh sinar matahari dan air yang cukup untuk pertumbuhannya,” ungkap Dandung Selain itu untuk membantu perkembangannya, secara rutin ia memberi pupuk alami dari kandang ayam guna menutrisi dan melakukan pemangkasan secara rutin pada bunga dan daun yang layu agar tidak mengganggu bagian tanaman yang lain.

Bahkan ia pun tidak segan memberi pupuk tambahan untuk pertumbuhan kelopak bunga celosia agar dapat mekar secara maksimal. Dengan mengolah menjadi taman bunga ini, Dandung berharap memiliki penghasilan lebih baik. Tiap akhir pekan dan libur sekolah ia mengakui sudah banyak kedatangan pengunjung. Untuk biaya masuk, satu orang dipungut Rp 8.000.

“Saya kan hobi bertanam, jadi saya mengubah kebun lada menjadi taman bunga. Penghasilan lumayan dan udah balik modal. Rencananya akan dikembangkan taman bermain anak-anak karena pengunjung banyak yang bawa anak-anak,” ujarnya. (BBR)