Wisata Mangrove Harus Miliki Konsep Berbeda

Admin
Wisata Mangrove Harus Miliki Konsep  Berbeda
Foto:Ferly Aditya

PANGKALPINANG, BABEL REVIEW –  Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Bangka Belitung melihat potensi besar yang dimiliki hutan mangrove yang banyak tersebar di beberapa daerah. Salah satu potensinya adalah mengelola hutan mangrove sebagai daerah tujuan wisata yang memiliki nilai edukasi, pelestarian dan budidaya. “Bangka Belitung memiliki potensi untuk menumbuhkan Daerah Tujuan Wisata (DTW) mangrove tetapi yang harus diperhatikan dengan banyak munculnya DTW mangrove di berbagai daerah maka antara satu mangrove dengan lainnya harus memiliki konsep yang berbeda dan keunikan sebagai daya tarik.

Harus ada yang membedakan antara ekowisata mangrove satu dengan yang lainnya. Apalagi DTW mangrove yang jauh-jauh itu harus hebat dan berbeda supaya pengunjung tertarik untuk kesana,” jelas Rusni Budiati, Kepala Bidang Destinasi Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Bangka Belitung.

Kondisi DTW mangrove yang ada saat ini memiliki konsep yang hanya sedikit berbeda dan masih banyak persamaan. Kendati demikian setiap DTW mangrove memiliki kelebihan masing-masing, seperti Mangrove Munjang lokasinya tidak jauh dari Pangkalpinang, Mangrove Kurau memiliki jalur track yang lebih Panjang.

“Ketika banyak desa yang ingin mengelola hutan mangrove maka harus punya konsep yang berbeda dan daya tarik yang berbeda juga,” ujarnya. Untuk mengelola hutan mangrove, dikatakan Rusni, banyak mekanisme yang harus dijalankan dan ditaati agar keletarian hutan tetap terjaga.

Salah satunya adalah dengan merangkul masyarakat sekitar untuk menjaga dan melestarikan hutan mangrove dengan mengelolanya. Karena masyarakat setempat yang justru punya kepentingan besar untuk menjaga hutan tetap lestari namun bisa memberikan manfaat dengan pengelolaan sebagai DTW.

“Kalau dukungan dari pemerintah provinsi tidak secara langsung ke hutan mangrove. Untuk saat ini baru kami berikan bantuan sarana dan prasarana tetapi memang kami sendiri baru bisa membantu ketika ada proposal dari pengelola. Kalau di Mangrove Munjang itu ada kayak gazebo untuk selfie itu memang bantuan dari Pemerintah Provinsi.

Bantuannya pun berupa barang karena kalau tidak ada usulan kami juga susah karena provinsi ini tidak punya wilayah,” jelasnya. Menurut Rusni, strategi pemerintah daerah untuk menggali potensi hutan mangrove yakni dengan memberikan pengelolaan kepada masyarakat sebagai pelestari, penjaga hutan, sekaligus masyarakat bisa mendapatkan manfaat dari pengelolaan hutan mangrove. (BBR)