Wisatawan Hilang di Pulau Ketawai, Satu Tewas Tenggelam di Pulau Lengkuas

kasmirudin
Wisatawan Hilang di Pulau Ketawai, Satu Tewas Tenggelam di Pulau Lengkuas
Shailan (25) warga asal Desa Batu Betumpang, Kecamatan Pulau Besar, Bangka Selatan, yang diduga hilang saat berwisata di Pulau Ketawai, Bangka Tengah, Sabtu (8/6). (ist)

KOBA, BABELREVIEW.CO.ID -- Satu wisatawan yang berkunjung ke Pulau Ketawai, Desa Kurau, Kecamatan Koba, Kabupaten Bangka Tengah, diketahui hilang dan hingga kini belum diketahui keberadaannya.

Kejadian hilangnya salah satu pengunjung tersebut dibenarkan oleh Kepala BPBD Bangka Tengah, Jauhari. Ia mengatakan saat ini timnya sedang berada di lokasi untuk melakulan pencarian.

"Info dari Tim Reaksi Cepat (TRC) kita di lokasi, memang benar ada pengunjung yang hilang. Saat ini sedang dilakukan proses pencarian," ujarnya, Sabtu (8/6).

Jauhari mengatakan, pengunjung yang hilang tersebut diketahui bernama Shailan (25) asal Desa Batu Betumpang, Kecamatan Pulau Besar, Bangka Selatan.

"Pengunjung diketahui warga Desa Pulau Besar, dan untuk saat ini tim masih dalam proses pencarian dan kami pun masih menunggu laporan dari mereka," pungkasnya.

informasi yang didapat Babel Review dari pengunjung lain, bahwa saat itu korban sedang snorkling, tibang-tiba diterjang gelombang dan terbaru ombak ke tengah laut. 

Pengunjung Pulau Lengkuas tewas tenggelam

Sementara itu kecelakaan laut juga terjadi di destinasi wisata Pulau Lengkuas, Kabupaten Belitung.  Sebuah perahu yang biasa mengantarkan wisatawan yang ingin berkunjung ke Pulau Lengkuas mengalami kecelakaan, pada Sabtu (8/6) sekira pukul 15.00 WIB.

Saat itu sebuah sampan yang ingin mengantarkan penumpang dari pantai Pulau Lengkuas menuju kapal yang lebih besar biasa membawa penumpang yang berjumlah sekira 25 orang yang dikemudikan oleh dua orang ABK.

Menurut pengelola forum wisata Pulau Lengkuas, para korban yang berjumlah 25 orang tu menumpang kapal ikan yang biasa membawa wisatawan berlibur ke Pulau Lengkuas, bukan kapal wisata.

Kemudian pada saat para penumpang sudah menaiki sampan tersebut dan sudah dalam posisi berjalan sekira  5 menit di perjalanan menuju kapal wisata, tiba-tiba sampan yang memuat penumpang kurang lebih 25 orang tersebut tidak seimbang karena jumlah penumpang yang melebihi bobot maksimal sampan dan gelombang agak besar, sehingga menyebabkan sampan terbalik dan kemudian tenggelam beserta para penumpang dan ABK tersebut.

Akibat dari kejadian tersebut, sebanyak 5 penumpang yang telah dievakuasi menjalani perawatan di UGD RSUD Tanjungpandan yang salah satunya meninggal dunia, atas nama Rozali (70), warga Desa Air Saga Kecamatan Tanjungpandan Kabupaten Belitung.  Sebagian penumpang tersebut mengalami trauma. (BBR)


Penulis  : Faisal  
Editor    : Kasmir
Sumber : Babel Review