15 Rumah Rusak Dihantam Angin Kencang Sambut Hujan Pertama di Muntok

kasmirudin
15 Rumah Rusak Dihantam Angin Kencang Sambut Hujan Pertama di Muntok
Hujan deras disertai angin kencang melanda Kota Muntok, Kabupaten Bangka Barat, yang menyebabkan sebanyak 15 rumah rusak, Senin (23/9/2019) sore. (Foto: Buditio)

MUNTOK, BABELREVIEW.CO.ID -- Hujan pertama di musim kemarau di Kota Muntok, Kabupaten Bangka Barat, turun disertai angin kencang yang terjadi pada Senin (23/9/2019) sore merusak sebanyak 15 rumah warga.

Lurah Tanjung, Dipapandu Putratama saat dihubungi oleh BBR menjelaskan, menurut data sementara, tercatat ada 15 rumah yang rusak akibat dihantam angin kencang.

"Kami sudah melakukan pendataan pasca kejadian dan ditemukan sebanyak 15 unit rumah rusak bagian atap, karena kencangnya tiupan angin yang terjadi tadi,” jelas Lurah Tanjung.

Ia mengatakan, sejak siang sekira pukul 14.00 di daerah itu turun hujan cukup lebat dan disertai angin kencang berlangsung sekitar 90 menit tanpa henti.

Hujan pertama pada musim kemarau tersebut terjadi disertai angin cukup kencang, mengakibatkan atap sejumlah rumah warga rusak karena tidak kuat menahan tiupan angin.

"Dari 15 rumah tersebut, lokasinya tujuh unit terdapat di Kampung Tanjung dan tujuh unit di Kampung Teluk Rubiah, serta satu unit di Kampung Sinar Menumbing," katanya.

Kejadian ini mengundang perhatian Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Bangka Barat. Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Suradi, langsung turun ke lokasi kejadian di Kelurahan Tanjung dan memberikan bantuan darurat berupa selimut, sembako, tikar dan terpal.

Suradi mengatakan, saat ini pemerintah daerah setempat melalui Dinas Sosial sedang melakukan distribusi bantuan berupa terpal untuk atap darurat dan makanan pendamping.

Lurah Tanjung juga menambahkan selain dari Pemerintah Daerah, pihaknya juga sedang melakukan komunikasi dengan PT Timah (Persero) Tbk untuk penanganan pascakejadian.

"Sedang dikomunikasikan kemungkinan adanya bantuan dari perusahaan milik negara tersebut, bantuan apa saja yang mungkin diberikan untuk keluarga korban agar tidak tumpang tindih dengan bantuan pemkab," tutupnya. (BBR)


Penulis  : Buditio
Editor    : Kasmir
Sumber : Babel Review