16 Pasien Covid-19 di Babel Sembuh dan Sudah Diperbolehkan Pulang

diko subadya
16 Pasien Covid-19 di Babel Sembuh dan Sudah Diperbolehkan Pulang
16 Pasien yang dinyatakan sembuh sudah diperbolehkan pulang oleh tim medis dan bisa kembali bertemu dengan keluarga masing-masing, Wisma Karantina, Senin (18/5) (Foto : Babelreview/Diko)

PANGKALPINANG, BABELREVIEW.CO.ID -- Sebanyak 16 Pasien Positif Covid-19 Bangka Belitung (Babel) yang dirawat di Diklat Wisma Karantina dan sudah dinyatakan sembuh, hari ini Senin (18/5) sudah di perbolehkan pulang. 

Secara simbolis mereka dilepas dan diberikan surat keterangan sehat yang langsung diserahkan Oleh Gubernur Babel Erzaldi Rosman didampingi Kapolda Babel, Brigjen Pol. Anton Syarif Hidayat, Komandan Korem 045 /Garuda Jaya Kolonel Czi Mateus Jangkung Widyanto, LO GTPPC- 19 khusus Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ( Babel), Mayjen Purn Toso Siswanto dan Ketua Sekretariat Pusdalops GTPP COVID-19 babel, Mikron Antariksa.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur Erzaldi menyampaikan rasa syukurnya atas kesembuhan 16 Pasien Positif Covid-19 yang ada di Babel. Artinya total sudah ada 23 Pasien Covid-19 di Babel yang telah dinyatakan sembuh.

Baginya ini suatu pencapaian yang luar biasa dalam upaya Penanganan Covid-19 yang dilakukan provinsi Babel.

"Kita semua bersyukur atas semua yang telah kita capai. Hari ini ada 16 pasien yang sudah dinyatakan sembuh dan sehat, alhamdulilah mereka bisa berkumpul dengan keluarganya lagi," katanya saat menyampaikan sambutan salam pelepasan dan penyerahan surat sehat, di wisma karantina Babel, Senin (18/5) siang.

Erzaldi mengungkapkan, pencapaian ini juga tak lepas dari perjuangan dokter, perawat serta petugas yang ada di wisma karantina yang telah dengan sepenuh hati merawat para pasien yang ada.

"Tentunya ini hasil yang sangat luar biasa, trimakasih atas perjuangan perawat, dokter, tenaga medis yang telah menangani perawatan di wisma BKD ini," ungkapnya. 

Erzaldi juga meminta kepada para pasien untuk memaklumi jika ada, kekurangan dalam pelayanan selama masa karantina.

"Kami mihon maaf kiranya, kalau selama masa pelayanan kmi ada hal yang tidak berkenan karena tidak ada satupun dari kami yang memiliki pengalaman menangani pandemi Covid-19 ini, semua masih belajar dengan mengikuti panduan dari WHO," ujarnya.

Sementara itu, Salah satu pasien yang dinyatakan sembuh berinisial N, kru kapal Pertamina, menceritakan awal pertama kali masuk karantina. Tak berbeda dengan pasien lainnya Ia mengaku sempat down waktu pertama masuk dan mengetahui dirinya terkonfirmasi Covid-19.

Apalagi, selama ini dirinya sudah melakukan himbauan pemerintah baik itu menggunakan masker, Phisically Distancing, cuci tangan dan himbauan lainnya.

"Pada hari pertama manusiawi lah setiap orang saya rasa pasti down, tapi alhamdulilah seiring berjalannya waktu sudah bisa menerima. Apalagi pelayanan ibu-ibu dan abang-abang perawat disini cukup baik," katanya.

"Sejak awal masuk mereka menyambut saya dengan baik. Disini fasilitas juga cukup, kita satu orang satu kamar jadi gak ada yang digabungin makanan juga diantar kekamar, tapi gak masuk, karena takut menginfeksi dan menyebar kepada teman-teman disini," ujarnya.

Tuan N mengungkapkan, banyak hikmah yang Ia petik selama menjalani masa karantina ini, terutama dari segi kerohanian. Mungkin biasanya lalai untuk menjalan perintah dari yang maha kuasa karena kesibukan kerja, tapi saat disini lebih banyak waktu untuk dekat dengan yang maha kuasa.

"Kalau dari segi sosialnya yang saya rasakan jadi dengan kondisi seperti ini saya lebih tau lagi pentingnya menjaga kesehatan dan kebugaran. Kita yang sudah mengikuti protokol tetap aja kena, jadi lebih berhati-hati lagi kedepannya," ungkapnya.

Selanjutnya, Ia berpesan kepada masyarakat untuk tidak takut dengan pandemi ini karena ini menyerang seluruh dunia yang paling penting kita tetap waspada.

"Jika di wisma kita tidak perlu khawatir akan menyebarkan virus ini, karena disini kita diisolasi, ada protokol yang kita taati juga. Selain itu disini kesehatan anda akan selalu dikontrol jadi jika ada gejala apa saja, bisa langsung ditangani karena disini perawatnya standby," ungkapnya. (BBR)


Laporan Diko Subadya

Sumber Babelreview