206 CPNS Pemkot Pangkal Pinang Dilatih Jadi Pelayan Masyarakat yang Profesional

kasmirudin
206 CPNS Pemkot Pangkal Pinang Dilatih Jadi Pelayan Masyarakat yang Profesional
Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BKPSDM) Kota Pangkal Pinang, akan menyelenggarakan pelatihan dasar yang diikuti sebanyak 206 CPNS daerah Golongan II dan III di lingkungan Pemerintah Kota Pangkal Pinang yang berlangsung dari tanggal 2 Juli hingga 30 November 2019. (Foto: Ahada)

PANGKALPINANG, BABELREVIEW.CO.ID -- Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BKPSDM) Kota Pangkal Pinang, akan menyelenggarakan pelatihan dasar bagi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) daerah Golongan II dan III di lingkungan Pemerintah Kota Pangkal Pinang.

Pelaksanaan Pelatihan Dasar (Latsar) ini dilaksanakan bekerja sama dengan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Latsar ini  terdiri dari enam angkatan yaitu satu angkatan Golongan II dan lima angkatan Golongan III. Pembukaan pelatihan ini diwakili Asisten Administrasi Umum Erwandi.

Peserta pelatihan berjumlah 206 peserta, yang terdiri dari 40 peserta Golongan II dan 166  peserta Golongan III.

Pelatihan dasar yang dilaksanakan dari tanggal 2 Juli sampai dengan 30 November 2019 ini, bertujuan untuk membentuk Pegawai Negeri Sipil Daerah yang memiliki pengetahuan dan wawasan sebagai pelayan masyarakat yang baik.

"Pelatihan dasar tersebut dilaksanakan selama 51 hari setiap angkatan, terdiri dari 21 hari on campus atau klasikal dan 30  hari off campus atau non klasikal," ujar Sekretaris Badan Kepegawaian dan Pengembangan  Sumber Daya Manusia Daerah  Kota Pangkal Pinang, Eko Budi Hartono,S.Sos,M.Si.

Sementara itu, Wali Kota Pangkal Pinang Maulan Aklil  mengatakan, bahwa Calon Pegawai Negeri Sipil wajib menjalani masa percobaan yang dilaksanakan melalui proses pelatihan terintegrasi untuk membangun integritas moral, kejujuran, semangat dan motivasi nasionalisme dan kebangsaan, karakter kepribadian yang unggul dan bertanggung jawab, dan memperkuat profesionalisme serta kompetensi bidang.

"Untuk itu, diperlukan sebuah penyelenggaraan pelatihan yang inovatif dan terintegrasi, yaitu penyelenggaraan pelatihan yang memadukan pembelajaran klasikal dan nonklasikal di tempat pelatihan dan di tempat kerja. Sehingga memungkinkan peserta mampu menginternalisasi, menerapkan, dan mengaktulisasikan, serta membuatnya menjadi kebiasaan (habituasi), dan merasakan manfaatnya. Sehingga terpatri dalam dirinya karakter PNS yang profesional sesuai bidang tugas," ujar Molen, sapaan akrab wali kota Pangkal Pinang ini.

Melalui pembaharuan pelatihan tersebut, kata wali kota, diharapkan dapat menghasilkan PNS profesional yang berkarakter dalam melaksanakan tugas dan jabatannya sebagai pelaksana kebijakan publik, pelayan publik, dan perekat dan pemersatu bangsa.

Selain itu wali kota mengharapkan pelatihan dasar ini hendaknya dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk memperoleh bekal sebanyak-banyaknya, untuk menjadi aparatur yang profesional dan berdedikasi.

"Jadilah aparatur profesional agar dapat berbuat yang terbaik bagi masyarakat. Hal ini merupakan tuntutan paradigma pembangunan kita sekarang ini, yang nuansanya semata-mata disemangati oleh tuntutan otonomi daerah dan good governance yang harus didorong melalui proses reposisi peran, reorientasi arah dan kebijakan menuju pada pola pembangunan yang lebih berbasis pelayanan masyarakat," tegas Molen. (BBR)


Penulis  : Ahada
Editor    : Kasmir
Sumber : Babel Review