43 Masata se Indonesia Dilantik, Panca Kirim Pesan Jika Bukan Kita Siapa Lagi

Ahada
43 Masata se Indonesia Dilantik, Panca Kirim Pesan Jika Bukan Kita Siapa Lagi
Pelantikan Pengurus DPD dan PDC Masata se Indonesia secara virtual, Sabtu (3/10/2020). (Ist)

PANGKALPINANG, BABELREVIEW.CO.ID -- Kekuatan pariwisata Indonesia ada di daerah. 

Masata yang merupakan kumpulan masyarakat sadar wisata bisa menjadi garda terdepan dan ujung tombak memajukan pariwisata di daerah.

Pelantikan 43 Dewan Pengurus Daerah (DPD) Masata Provinsi dan Dewan Pengurus Cabang (DPC) Masata Kabupaten/Kota, menjadi momentum untuk memperkuat jaringan Masata hingga ke tingkat kabupaten dan kota.

Melalui sinergi dan kolaborasi Pengurus dan Anggota Masata se Indonesia dengan stakeholder pariwisata di daerah, maka cita-cita menguatkan sektor pariwisata sebagai sektor unggulan akan mudah diwujudkan.

Bukan rahasia lagi jika dunia pariwisata saat ini terpuruk, akibat pandemi covid-19 yang melanda dunia awal 2020 lalu. 

Praktis pariwisata dunia mati suri, termasuk pariwisata di Indonesia umumnya dan juga Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

"Pandemi covid ini bisa dibilang bencana, juga bisa dibilang anugerah. Karena sejak pandemi melanda, seluruh pariwisata di dunia seolah kembali ketitik nol," ujar Ketua Umum DPP Masata Panca R Sarungu, sesaat sebelum melantik Pengurus 43 DPD dan DPC Masata se Indonesia, Jumat (3/10/2020).

Pelantikan yang diikuti sekitar 180 peserta ini dilakukan secara virtual. Seluruh DPD Provinsi dan DPC Kabupaten/Kota se Indonesia mengikuti rangkaian pelantikan mulai pukul 09.00 - 11.15 WIB.

Dikatakan Panca, bagi Indonesia pandemi ini bisa menjadi peluang di tengah keterpurukan pariwisata dunia.

Pasalnya, dengan adanya pandemi ini, posisi Indonesia akan sama dengan negara-negara lain yang sebelum pandemi memiliki pariwisata yang lebih unggul. 

"Nah dengan pandemi ini, peluang bagi kita untuk start bersama-sama mereka. Tinggal kita mau cepat atau lambat. Sama seperti pembalap, sekarang kini semua negara berada di garis start, siapa yang bisa melaju cepat maka ia yang akan menjadi pemenang pasca pandemi nanti," paparnya.

Sebagai organisasi massa di bidang pariwisata, Masata juga masuk dalam organisasi Gabungan Industri Pariwisata Indonesia. Hal ini sesuai dengan UU no 10 tahun 2011.

"Pada hari ini telah lahir pengurus-pengurus garda terdepan dalam pariwisata Indonesia. Kita akan mencatatkan diri dalam sejarah sebagai orang-orang yang ikut berkontribusi memajukan pariwisata Indonesia," tukas Panca.

Diakui Panca, kedepan pariwisata domistik akan menjadi primadona yang mampu menarik wisatawan mancanegara maupun wisata lokal.

Karena itu, Masata memiliki peluang yang besar dalam membantu membangun dan mendorong pertumbuhan pariwisata domestik di daerah masing-masing.

Dengan kepenguran yang berjumlah hampir 120 DPD dan DPC se Indonesia tahun ini, maka tidak berlebijan jika Masata menjadi kekuatan besar dalam mewarnai perkembangan wisata di tanah air ini.

"Kuncinya kita melakukan perjuangan ini secara ikhlas, dengan hati dan pikiran yang terbuka dan positif," ujarnya.

Selain itu dalam arahannya, Panca, meminta seluruh Pengurus DPD Masata Provinsi maupun DPC Masata Kabupaten/Kota untuk berkolaborasi dengan seluruh stakeholder di daerah masing-masing.

Melalui kolaborasi yang berkelanjutan, diyakini akan menjadi pintu masuk dalam mengembangkan dan meningkatkan pariwisata domestik. 

"Tetapi jangan lupa dalam setiap aktivitas Masata selalu mengedepankan protokol kesehatan. Dan kita juga wajib menjadi ujung tombak dalam pengetatan kepatuhan protokol kesehatan. Karena, kedepan wisatawan akan mencari destinasi yang tidak saja  indah dan mempesona, melainkan juga nyaman, bersih dan aman dari potensi penyebaran covid. Jika protokol kesehatan dan promosi kita kuatkan, maka destinasi wisata domestik bisa tumbuh dan melesat," ucap Panca.

Guna mewujudkan sinergi dan kolaborasi antara DPP Masata dengan seluruh DPD dan DPC se Indonesia, direncanakan pada 24 Oktober 2020 nanti akan dilaksanakan Rakornas Masata.

Tujuan kegiatan ini untuk mensinergikan program-program kerja jangka pendek, menengah dan panjang.

Melalui Rakornas ini nantinya akan didapat program kerja prioritas sebagai acuan Masata berkontribusi  memajukan pariwisata Indonesia.

"Jika bukan sekarang kapan lagi. Dan jika bukan kita membangun pariwisata ini siapa lagi," tukas Panca. 

Pada kesempatan sama, Ketua DPD Masata Babel, Syawaludin mengucapkan terimakasih atas pelantikan yang telah dilakukan Sabtu (3/10/2020) ini. 

Menurut Syawal, dengan adanya pelantikan ini, maka secara hukum dan legalitas, DPD dan DPC Masata se Babel sudah bisa beraktivitas menjalan program-program yang dibuat.

"Kita mulai panasin mesin. Kita bergerak bersama seluruh stakeholder di Babel, guna membangun dan mendorong pertumbuhan pariwisata domestik di Bumi Serumpun Sebalai ini. Jaya pariwisata Babel," ucap Syawal. (BBR)
Laporan: @hada