ABB Gelar Webinar Kesiapan Masyarakat Sambut Kenormalan Baru dan Strategi Aksi Sosial di Masa Pandemi

kasmirudin
ABB Gelar Webinar Kesiapan Masyarakat Sambut Kenormalan Baru dan Strategi Aksi Sosial di Masa Pandemi
Webinar Kesiapan Masyarakat Sambut Kenormalan Baru dan Strategi Aksi Sosial di Masa Pandemi yang digelar Aksi Baik Bangka Belitung. (Foto: Istimewa)

BANGKABELITUNG, BABELREVIEW.CO.ID – Yayasan Aksi Baik Bangka Belitung (ABB) menggelar kegiatan seminar daring, yang kali ini merupakan sebuah bentuk respon yang datang dari kepedulian Yayasan Aksi Baik Babel dan Ikatan Sosiologi Indonesia Wilayah Bangka Belitung (ISI Babel) atas kondisi terkini yang terjadi khususnya di Indonesia dan juga di dunia secara global. Kondisi yang sedang terjadi saat ini yaitu sebuah perubahan besar di seluruh sendi-sendi kehidupan, yang menggiring masyarakat untuk menerima bahwa kita harus segera merancang konsep pola kehidupan baru (new normal life), Sabtu (20/6/2020).

Presiden Jokowi dalam pidatonya menyampaikan, bahwa kehidupan normal baru  merupakan kondisi yang harus dihadapi oleh masyarakat agar dapat hidup berdampingan dengan ancaman Virus Corona baru atau Covid-19 untuk beberapa waktu ke depan sampai ditemukannya vaksin yang efektif. Oleh karena itu, melalui kegiatan ini diharapkan masyarakat dapat segera merancang kehidupan normal baru dengan memperhatikan protokol kesehatan.

ABB dan ISI Babel mengundang narasumber dengan latar belakang keilmuan dari Psikologi dan Sosiologi dalam kegiatan webinar ini, yaitu Mazdha Ariefriyendho, M.Psi dan Prof. Dr. Bustami Rahman, M.Sc. Webinar  dipandu oleh moderator yaitu Alfin D. Rahmawan, Kepala Pemberdayaan Yayasan Aksi Baik Bangka Belitung (YABB) sekaligus juga ketua pelaksana dalam webinar. Acara dilaksanakan dalam format talkshow, dimana narasumber memaparkan materi lalu berdialog dengan peserta dalam sesi tanya jawab.

Kegiatan webinar ini diikuti sebanyak 95 peserta dengan latar belakang yang beragam bahkan berdomisili di luar negeri seperti Taiwan dan Malaysia serta dari dalam negeri  seperti dari Maluku Utara, Sulawesi, Kalimantan, Jawa Timur, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jakarta, Banten, Lampung, Bengkulu, Jambi, Aceh, dan Bangka Belitung.

Selain itu, latar belakang profesi peserta juga turut mewarnai webinar mulai dari ASN, guru, dosen, peneliti, mahasiswa, pelajar, pendamping sosial/desa, karyawan, freelancer, hingga wirausaha.

Kegiatan diawali dengan penyampaian kata sambutan dari Ketua ISI Babel Fitri Ramdhani Harahap, M.Si  

“ISI Babel sangat menyambut baik kerja sama bermanfaat seperti webinar kali ini, karena dapat member banyak informasi dan memperkaya ilmu bagi semua peserta yang ikut serta,” ujar Fitri.

Sementara itu, apreasiasi pun diberikan oleh Ketua  Yayasan ABB,  A. Maalika Mulki terhadap acara yang merupakan kolaborasi pertama YABB dengan ISI Babel.

“Terima kasih kepada ISI Babel yang telah mau bersinergi dengan YABB dan semoga webinar kali ini bisa membuka cakrawala kita,” harap  A. Maalika MUlki yang akrab disapa Uki.

Kegiatan dilanjutkan oleh moderator yang menyampaikan meme seputar pandemi Covid-19 sebagai pemantik bagi narasumber dan peserta untuk berdialog.

Mazdha dari perspektif psikologi menyampaikan bahwa kesiapan masyarakat untuk menghadapi kehidupan normal baru ini harus dimulai dari individu, yaitu dengan meningkatkan kewaspadaan diri terhadap penularan virus Corona dengan memperhatikan protokol kesehatan serta tips penting yang dapat diterapkan yaitu berdamai dengan kondisi psikologis, mengelola emosi sehingga akan muncul sikap, pikiran, serta hal-hal yang positif.

Sementara itu, Prof. Dr. Bustami Rahman dari sudut pandang sosiologi menyampaikan bahwa ada teknologi sosial yang bisa diterapkan yaitu rekayasa sosial,bagaimana menerapkan strategi kehidupan normal baru ini di manapun di seluruh lapisan masyarakat, misalnya bagaimana pemerintah memperkecil permasalahan ketika mengimplementasikan kebijakannya dengan terlebih dahulu berkolaborasi dengan ilmuwan.

Poin yang juga tidak kalah penting dari narasumber adalah bahwa di masa pandemi dan kehidupan normal baru ini sangat penting bagi kita untuk tetap melakukan aksi sosial sebagai bentuk kepedulian terhadap sekitar.

Adapun aksi sosial menurut Mazdha bisa dilakukan dengan memberikan kesempatan kepada orang lain menjadi volunteer atau relawan. Bila menggunakan konsep Maslow, hal ini merupakan bentuk kebutuhan manusia. Aksi sosial ini dapat didorong lewat kampanye-kampanye viral di sosial media yang akan mengena langsung ke masyarakat.

Prof. Bustami Rahman sendiri menyampaikan. bahwa aksi sosial dapat dilakukan dengan semakin memperkuat solidaritas sosial masyarakat untuk mendukung terpenuhinya kebutuhan satu sama lain, yaitu solidaritas sosial yang sudah lama mengakar dalam bentuk budaya tolong menolong.

Di akhir sesi webinar narasumber menyampaikan pernyataan penutup bahwa perubahan kehidupan normal baru yang diakibatkan oleh pandemi ini pastilah akan berlalu, tidak selamanya kita akan berada di kondisi tidak normal ini, penularan virus Corona akan berakhir dan kehidupan akan kembali ke keadaan keseimbangan dimana kehidupan akan normal kembali.

Dalam sesi dialog interaktif, peserta begitu antusias untuk dapat bertanya dan berdiskusi secara langsung kepada kedua narasumber. Terbukti dengan banyaknya pertanyaan yang dilontarkan oleh para peserta webinar.

Alfin selaku ketua pelaksana dari kegiatan menyampaikan bahwa, webinar yang diselenggarakan oleh Yayasan Aksi Baik Babel dan Ikatan Sosiologi Indonesia Wilayah Bangka Belitungini merupakan salah satu bentuk respon terhadap isu yang sedang terjadi di tengah masyarakat.

“Perlu dilakukan sebuah edukasi dengan menyiapkan ruang diskusi kepada masyarakat agar masyarakat benar-benar dapat mempersiapkan diri dengan kondisi saat ini,” pungkasnya. (BBR)