Ada Pembatasan Penyeberangan, Dua Speed Boat Nekat Seberangkan Penumpang ke Muntok Bangka Barat

buditio
Ada Pembatasan Penyeberangan, Dua Speed Boat Nekat Seberangkan Penumpang ke Muntok Bangka Barat
Kapolres Bangka Barat saat melakukan jumpa pers. (buditio)

MUNTOK, BABELREVIEW.CO.ID – Ditutupnya Pelabuhan Penyeberangan Tanjung Kalian untuk para penumpang rupanya dimanfaatkan oleh oknum pemilik speed boat untuk melakukan penyeberangan ilegal dari Sungsang, Sumatera Selatan menuju Kota Muntok, Bangka Barat.

Hal ini terungkap saat Personil Sat Polair Polres Bangka Barat yang sedang melaksanakan patroli rutin menggunakan Kapal Patroli KP.2701/C2, bertemu dengan speed boat 40PK "HERYADI" di perairan ambang Luar Selat Bangka, Minggu, 26/04/2020.

Di dalam speed boat tersebut didapati 6 orang penumpang, yang menurut pengakuan pengemudi speed, Darmawan, mereka bertolak dari Sungsang menuju Muntok.

Dalam perjalanan menuju Pos Sat Polair Polres Bangka Barat, kapal patroli kembali bertemu dengan speed boat 40PK "PUTRA ASMARA" yang membawa 4 orang penumpang dari Sungsang juga dengan tujuan Muntok. Kedua speed boat tersebut akhirnya diamankan ke Pos Sat Polair untuk dilakukan pemeriksaan Lebih lanjut.

Saat konferensi pers, Selasa, 28/04/2020, Kapolres Bangka Barat AKBP Dr. Muhammad Adenan A.S, S.H. S.IK, MH menjelaskan hasil penangkapan tersebut.

"Modus tanpa memiliki izin usaha telah melakukan kegiatan usaha angkutan perairan dengan cara mengangkut ,menyeberangkan orang, penumpang dengan mengunakan speed boat dari Pelabuhan Sungsang Kabupaten Banyuasin menuju Pelabuhan Muntok Kabupaten Bangka Barat" ucap Kapolres. 

Kapolres Bangka Barat juga menjelaskan, untuk permasalahan penumpang yang menggunakan jasa penyeberangan ilegal ini telah diserahkan kepada Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bangka Barat, sementara pihak kepolisian hanya mengurus permasalahan pelaku jasa penyeberangan ilegal saja.

“Penumpang yang ada kita serahkan ke Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, dan dari Dinas Kesehatan juga melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap 10 penumpang” jelas Kapolres.

Dikonfirmasi secara terpisah, Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Bangka Barat, Sidarta menjelaskan bahwa para penumpang penyeberangan ilegal itu tidak sempat bermalam di Bangka Barat, setelah mereka diperiksa kesehatannya langsung diteruskan ke tujuan masing-masing.(BBR)


Penulis   : buditio

Editor     : Admin05

Sumber  : Babel Review