Agus Adaw : Bupati Markus Jangan Besar Kepala dan Membabi Buta

buditio
Agus Adaw : Bupati Markus Jangan Besar Kepala dan Membabi Buta
Agus Adaw, Pejuang pembentukan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung

MUNTOK, BABELREVIEW.CO.ID - Beradar informasi di Bangka Barat, bahwa terjadi penolakan terhadap bantuan CSR PT. Timah Tbk kepada Pemkab Bangka Barat terkait bantuan untuk pendidikan, seperti yang ditulis di salah satu media online bahwa Bupati Bangka Barat, Markus menolak bantuan tersebut.

Awak media di Bangka Barat menghubungi pejuang pembentukan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Agus Adaw. Dia menilai langkah Bupati Bangka Barat, Markus kurang etis. Karena menolak bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) PT Timah Tbk yang jumlahnya hanya Rp 200 juta.

Agus menilai langkah PT Timah yang merespon permintaan Markus sudah tepat, namun Markusnya yang tidak beretika. PT Timah membantu tentunya punya keterbatasan, karena harus mengakomodir proposal yang lainnya.

"Jadi Markus ini jangan besar kepala, kalau sudah begini PT Timah jangan merespon lagi nanti dia (Markus,red) besar kepala. Kepada kepala daerah yang lainnya jangan meniru gaya Markus "sampainya, Minggu (22/3/2020).

Menurut Agus, kalau meminta itu berarti tangan di bawah dan meminta harus ada triknya dan tidak sepenuhnya dikabulkan. PT Timah sendiri selaku BUMN berupaya mengakomodir proposal setiap permintaan dari pemerintah daerah di Bangka Belitung, masyarakat, kegiatan sosial dan Ormas. Dirinya melihat sosok Markus tidak seperti seorang pemimpin atau leader dan belum cocok menjadi bupati bahkan tingkat RT juga belum layak.

Markus harus sadar dan dia harus banyak belajar bagaimana cara memimpin. Jangankan  memberi, meminta harus ada etika ada cara. Meminta itu memohon, karena seingatnya belum ada yang menolak pemberian PT Timah dan baru Markus inilah yang menolak.

"Dia itu jadi bupati karena kebetulan," tandasnya.

Agus menambahkan, dengan gaya Markus seperti ini bisa merugikan masyarakat Bangka Barat dan orang-orang yang dipimpinnya. Dengan menolak bantuan PT Timah bukan menambah simpatik masyarakat bahkan ada masyarakat yang malu dengan tingkah Markus. Terbentuknya Provinsi ini bukan karena minta dan mengemis tapi dengan berjuang.

"Mungkin Markus tidak tahu dengan artinya berjuang,"ungkapnya.

Jika nanti ternyata ada langkah Markus tentang penyetopan sementara operasi kapal isap dan tambang timah milik PT Timah Agus di Bangka Barat Agus melihat langkah itu tidak mudah. Langkah itu harus sesuai aturan dan mekanisme. Jadi karena apa KIP disetop harus ada pelanggarannya, bukan semena-mena.

"Kalau dia sampai menyetop sementara KIP atau tambang milik PT Timah maka itu langkah yang membabi buta,"kecamnya.

Sampai berita ini diturunkan, wartawan BBR mencoba mengkonfirmasi ke Bupati Markus dan belum mendapatkan jawaban. (BBR)


Penulis   : buditio

Editor     : Admin05

Sumber  : Babel Review