Ahok Sebut RZWP3K Membuat Nelayan Terpenjara Di Laut Sendiri

andre
Ahok Sebut RZWP3K Membuat Nelayan Terpenjara Di Laut Sendiri
Foto : Fierly

 TOBOALI, BABELREVIEW-- Rencana disahkannya Perda Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil (RZWP3K) membuat sejumlah masyarakat yang mayoritas bekerja sebagai nelayan melakukan demo di depan gedung DPRD Provinsi Babel pada beberapa hari yang lalu.

 Sejumlah Nelayan tersebut menginginkan Perda tersebut dibatalkan mengingat bila RZWP3K tersebut banyak nelayan yang merasa dirugikan.

 Salahsatu pendemo yang pada saat itu hadir ialah Medi Setiawan atau yang akrab di panggil Ahok.Menurut warga asal Toboali ini RZWP3K merupakan Perda yang merugikan nelayan.

 " Salahsatu kerugian nelayan bila RZWP3K disahkan ialah ruang tangkap nelayan yang terbatas.Seperti yang kita ketahui, berdasarkan pasal 51 huruf B yang melarang aktivitas apapun termasuk menangkap ikan dikawasan pertambangan," jelas Ahok pada rabu (01/12/2020).

 Tak cukup sampai disitu, lanjutnya dipasal 84 yang menyebutkan bahwa apabila melanggar pasal 51 tersebut bisa terancam hukuman pidana.

 " Aturan seperti ini membuat para nelayan seperti terpenjara di laut sendiri.Padahal sumberdaya alam diperuntukkan untuk kesejahteraan dan kemakmuran rakyat termasuk nelayan, " keluhnya.

 Dikatakannya, pada senin kemarin (30/12/2019) kami melakukan aksi sebagai bentuk protes kami terhadap Perda RZWP3K yang tidak pro rakyat khususnya nelayan.

 " Kami berjuang atas nama nelayan, kesejahteraan nelayan, serta pelestarian alam khususnya laut untuk generasi yang akan datang, " tegasnya.

 Terakhir ia berharap kepada Pemerintah dan wakil rakyat supaya memertimbangkan aspirasi para nelayan dengan cara membatalkan perda tersebut demi kesejahteraan nelayan dan ekosistem laut.(BBR)


Penulis : Andrean

Editor : Andrean

Sumber : Babelreview