Akibat Arus Deras, Jalan Lingkungan Permukiman di Dusun Cungfo Putus

Ahada
Akibat Arus Deras, Jalan Lingkungan Permukiman di Dusun Cungfo Putus
Dinas PU Kabupaten Bangka diwakili Dodi selaku PPK Kegiatan di dampingi perwakilan CV Gemilang melakukan pengecekan pengerjaan proyek, Kamis (16/4/2020). (Ichsan/babelreview.co.id)
Dinas PU Kabupaten Bangka diwakili Dodi selaku PPK Kegiatan di dampingi perwakilan CV Gemilang melakukan pengecekan pengerjaan proyek, Kamis (16/4/2020). (Ichsan/babelreview.co.id)
Dinas PU Kabupaten Bangka diwakili Dodi selaku PPK Kegiatan di dampingi perwakilan CV Gemilang melakukan pengecekan pengerjaan proyek, Kamis (16/4/2020). (Ichsan/babelreview.co.id)

BAKAM, BABELREVEIW.CO.ID--Ruas Jalan Lingkungan Permukiman di Dusun Cungfo Desa Bukit Layang Kecamatan Bakam hingga Kamis (16/4/2020) belum bisa dilewati sejak terputus beberapa hari lalu.

Kades Bukit Layang Andre, kepada BBR menyebutkan, hujan deras beberapa hari lalu membuat sungai di dekat jalan tersebut meluap hingga menyebabkan jalan terputus akibat derasnya arus.

"Dalam hal ini kita tak perlu menyalahkan siapa-siapa. Ini murni faktor alam," kata Andre.

Andre berharap agar kerusakan segera diperbaiki sehingga jalan tersebut dapat dilewati kembali oleh masyarakat.

"Memang mestinya di lokasi tersebut harus dibangun jembatan, bukan plat duiker. Karena kalau musim penghujan arusnya cukup deras," ujar Andre seraya membantah jika proyek jalan tersebut sempat mendapat penolakan dari masyarakat.

"Kalau benar ada penolakan dari masyarakat tak mungkin pembangunannya dilanjutkan," imbuh Andre.

Sebelumnya berdasarkan pemberitaan di salah satu media lokal menyebutkan, Jalan Lingkungan Permukiman di Dusun Cungfo Desa Bukit Layang yang dikerjakan oleh CV Gemilang Jaya dengan pagu dana Rp 181. 875. 000 putus akibat proyek yang menggunakan dana APBD tersebut dikerjakan asal-asalan.

Mendapatkan informasi tersebut, pihak Dinas PU Kabupaten Bangka diwakili Dodi selaku PPK Kegiatan saat pengerjaan proyek itu berlangsung, Kamis (16/4/2020) melakukan pengecekan ke lokasi. 

Pengecekan yang dilakukan bersama perwakilan pelaksana pekerjaan (CV Gemilang) tersebut ditemukan indikasi, selain disebabkan faktor alam, luapan air yang menggerus badan jalan hingga terputus juga diduga akibat adanya aktivitas TI di dekat jalan tersebut.

"Apapun penyebabnya, ya kita berusaha memperbaiki. Kita harap warga bisa bersabar, sebab ini perlu waktu, tidak bisa selesai cepat," kata Dodi.

Di tempat yang sama Pengawas Lapangan CV Gemilang Jaya, Ken Ken, mengatakan proyek tersebut dikerjakan sejak 3 Juli 2019 dan selesai pengerjaannya tanggal 30 Oktober 2019 lalu.

"Masa perawatannya berakhir 26 April ini. Jadi kita akan perbaiki sesuai akad pengerjaan sebelumnya," ujar Ken Ken.

Ken Ken membantah jika proyek tersebut dikerjakan asal asalan.

"Ini oleh sebab faktor alam dan luapan air dari aktivitas TI yang hanya berjarak belasan meter dari jalan. Kalau kualitas pekerjaan malah ketebalan purunya kita tambah. Dari semula 15 cm kita tambah 1 meter. Ternyata dengan ketebalan begitu (1 meter) air masih meluap," ungkap Ken Ken, dan mengatakan dalam waktu dekat perbaikan akan dilakukan. (BBR)


Laporan: Ichsan Mokoginta Dasin