Akibat Covid-19, Pemkab Bangka Tetapkan Status Keadaan Tertentu Darurat Bencana Wabah Penyakit

Ibnuwasisto
Akibat Covid-19, Pemkab Bangka Tetapkan Status Keadaan Tertentu Darurat Bencana Wabah Penyakit
Bupati Bangka Mulkan SH MH saat menggelar konferensi pers terkait penanganan virus corona di ruang OR Pemkab Bangka, Selasa (17/3/2020). (Foto.Ibnu)

SUNGAILIAT, BABELREVIEW.CO.ID - Dalam menangani penyebaran virus corona di Kabupaten Bangka, Bupati Bangka Mulkan SH MH mengadakan pertemuan bersama seluruh unsur Forkopimda di ruang kerja Bupati, Selasa (17/3/2020). Setelah melakukan pertemuan tersebut, Bupati Bangka melanjutkan dengan konferensi pers di ruang Operasional Room Pemkab Bangka.

Dalam konferensi pers tersebut Bupati Bangka menyampaikan bahwa Pemkab Bangka sudah membentuk tim tugas penanggulangan covid 19 atau virus corona untuk di Kabupaten Bangka.

Dan dalam pertemuan tersebut menghasilkan SK Bupati nomor 188.45/495/DINKES/2020 yang isinya pembentukan satuan tugas penanganan penanggulangan virus corona. Dan Pemkab Bangka juga menetapkan status keadaan tertentu darurat bencana wabah penyakit akibat covid 19.

"Kami juga sudah menghasilkan atau merumuskan suatu instruksi terutama kepada masyarakat yang ada di Kabupaten Bangka yaitu dalam rangka pencegahan dan kesiapan dalam kesiagaan menghadapi covid 19 ini," tuturnya.

Isi dari rumusan tersebut antara lain :

1. Mengatur secara terbatas kegiatan yang mengumpulkan orang banyak, seperti cofe morning, apel bersama setiap hari senin, rapat besar yang dihadiri oleh lintas daerah, provinsi bahkan negara.

2. Mengatur secara terbatas perjalanan dinas luar daerah, khususnya bagi para ASN.

3. Mengatur secara terbatas kedatangan tamu daerah ke pemerintah kabupaten Bangka.

4. Mengalihkan pelayanan kesehatan luar gedung seperti posyandu, penyuluhan kelompok dan pelayanan sejenisnya yang di diselenggarakan oleh Puskesmas, dan oerubahan pelayanan kesehatan di luar gedung yang nantinya akan diatur secara teknis oleh Puskesmas dan Dinas Kesehatan.

5. Menetapkan kegiatan belajar dirumah bagi siswa jenjang Paud, TK, SD dan SMP terhitung dari tanggal 18 Maret 2020 sampai tanggal 1 April 2020. Dan bagi sekolahan yang berada di bawah naungan Kementerian Agama agar dapat menyesuaikan.

6. Pengurus tempat ibadah dan fasilitas umum agar dapat melakukan sentralisasi dengan menggunakan densifektan yang terbuat dari campuran 95 ml cairan pemutih, 5.25 persen bayclin ataupun sejenisnya dengan 905 ml air untuk menghasilkan 1000 ml larutan densifektan untuk disemprotkan.

7. Menghentikan sementara penggunaan absensi finger print. 8. Pemerintah Desa untuk mengalokasikan anggaran desa ataupun APBDes untuk pencegahan dan kesiagaan penanganan covid 19.

"Kami mohon dukungan kepada insan pers untuk memberikan suatu sosialisasi kepada masyarakat agar mereka dapat mempersiapkan secara sukarela agar turut menjaga penyebaran dari wabah penyakit virus corona," pungkasnya.(ADV/BBR)


Penulis : Ibnu

Editor :

Sumber : Babel Review