Aktivitas Tambang Diduga Ilegal Masih Menggeliat Di Desa Tepus.Warga Sebut Ada 'Pemain Besar'

andre
Aktivitas Tambang Diduga Ilegal Masih Menggeliat Di Desa Tepus.Warga Sebut Ada 'Pemain Besar'
Foto : Ist

AIRGEGAS, BABELREVIEW--Kendati dengan dengan permukiman penduduk, nyatanya Aktifitas tambang pasir timah di dusun Kelidang, Desa Tepus, kecamatan Airgegas, Kabupaten Bangka Selatan (Basel) masih menggeliat. 

 Hal ini dibuktikan dengan tanah kawasan lokasi tambang tersebut tampak sedang digali oleh dua unit excavator.

Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Lingkungan Hidup (DPKPLH) Kabupaten Basel, Gatot Wibowo mengatakan mengenai lokasi dimaksud ditetapkan sebagai WPR, bisa dikonfirmasi lagi ke ESDM Provinsi Babel.

 Menurutnya, sewaktu masih di Distamben Pemkab Basel dulu belum pernah mengajukan lokasi dimaksud sebagai/usulan WPR. Untuk izin lingkungan atau amdal, lanjutnya sampai saat ini belum ada yang menyampaikan ke DPKPLH terkait yang dimaksud. 

" Soal aktivitas tersebut menyumbang ke kas daerah pastinya tidak karena tak berizin/ atau konfirmasi ke DPPKAD untuk lebih jelasnya," tandasnya.Rabu (22/07/2020).

 Sementara itu, warga setempat yang tidak ingin disebutkan namanya (demi kemananan dirinya -red) mengakui, kalau wilayah ini memang banyak pemain timahnya bang, kalau yang besar-besar nampung timahnya misalnya Bom-bom, Kelik dan Tam.

 Saat disinggung lebih jauh soal oknum pengusaha yang memiliki alat berat (PC) yang saat ini masih beroperasi di sejumlah lokasi tambang Desa Tepus justru sumber ini mengaku jika pengusaha yang memiliki PC sekaligus pengusaha timah itu tak lain pengusaha asal desa setempat.

" Kalau yang punya PC itu si BB (inisial) dia juga yang paling sering nampung timah dari kampung sini," imbuh narasumber tersebut.

Diakuinya, banyak juga calon pembeli timah dari berbagai daerah di Pulau Bangka, terutama dari Pangkalpinang yang memang sengaja datang ke Desa Tepus, yang diketahui justru ada stasiun pengepul timah ini.

" Kalau orang Pangkalpinang mau beli timah ya ke orang-orang tadi," terangnya.

Tak hanya itu, sambungnya ada lokasi sangat kuat diduga penambangan timah ilegal yang  penduduk sekitar minim informasi soal faktor keselamatan terkait laka tambang yang sering terjadi. 

" Kalau kami cuma jual batako cetak aja pak, enggak tahu soal siapa yang nambang di belakang," ucap seorang ibu rumah tangga yang memiliki rumah persis di atas area penambangan diduga ilegal itu.(BBR)