Alfamart, Indomaret dan MM Acing di Pangkalpinang Dibatasi, Simak Penjelasan Disperindagkop

Ahada
Alfamart, Indomaret dan MM Acing di Pangkalpinang Dibatasi, Simak Penjelasan Disperindagkop
Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi Dan UMKM Kota Pangkalpinang Donald Tampubolon. (Ist)

PANGKALPINANG, BABELREVIEW.CO.ID --- Sebagai ibu kota provinsi, tak bisa dihindari pertumbuhan fisik maupun ekonomi Kota Pangkalpinang harus lebih baik dibandingkan daerah lainnya di Kepulauan Bangka Belitung. 

Dua tahun terakhir ini geliat perkembangan dan pertumbuhan Kota Pangkalpinang memang terasa. Beragam indikator kemajuan ekonomi juga mulai hadir, salah satunya minat imvestasi minimarket dan gerai kuliner.

Kehadiran minimarket ini, selain memberi warna keindahan kota, juga menjadi indikator tingginya daya beli masyarakat setempat serta memberikan ruang bagi pelaku usaha Mikro, kecil dan menengah (UMKM) lokal.

Begitu pula dengan hadirnya minimarket berskala nasional, seperi Alfamart dan Indomaret di suatu daerah, menunjukkan adanya peluang pasar yang siap untuk dikembangkan.

Namun demikian, dikarenakan wilayah Kota Pangkalpinang yang tidak cukup luas ini, membuat Pemkot Pangkalpinang membatasi jumlah minimarket modern.

Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi Dan UMKM Kota Pangkalpinang Donald Tampubolon membenarkan bahwa pada Tahun 2020 ini Pemkot Pangkalpinang membatasi jumlah minimarket atau retail modern, yang berada di Kota Pangkalpinang.

Dalam hal ini, retail yang dimaksud Donald adalah keberadaan  Indomaret, Alfamart dan MM Acing Jaya. Saat ini pihaknya membatasi minimarket itu sebanyak 10 gerai.

" Kemarin memang dibatasi hanya 5 gerai. Tahun ini menjadi 10 gerai. Semua retail seperti Indomaret, Alfamart, dan MM Acing kita perlakukan sama, jadi kebijakan kemarin kita batasi tahun ini sampai 10 gerai," kata Donald, Rabu (22/7/2020).

Donald mengatakan, apabila gerai modern lebih banyak, dikhawatirkan akan terdampak pada para pedagang kecil.

Karena itu, kata Donald, sebelum pihak retail mengajukan izin, Disperindagkop dan UMKM Kota Pangkalpinang melakukan survey lokasi terlebih dahulu.

" Kita utamakan memang di jalan protokol, yang memang di kawasan itu tidak ada toko-toko kecil dan daerah pangkalbalam adanya pelabuhan," ucapnya.

Donald menurutkan, permintaan untuk membuka gerai banyak diajukan oleh pihak retail tersebut, namun tetap dibatasi.

" Kita tidak ada kerjasama dengan mereka. Pihak Alfamart atau Indomaret mengajukan izin ke PTSP kemudian meminta rekomandasi ke kami. Ada juga pengajuan izin yang mereka ajukan tidak bisa kita terbitkan," katanya.

Ia juga mengatakan, Disperindagkop dan UMKM juga meminta kepada retail tersebut, untuk dapat menghadirkan produk UKM lokal Kota Pangkalpinang di setiap gerai.

" Para pelaku UKM kita juga sudah kita pertemukan dengan pihak retail Indomaret, Alfamat, dan MM Acing Jaya. Pihak retail sudah punya standar agar produk UKM kita bisa dijual di gerai mereka," ucap Donald. (BBR)
Laporan: gusti randa