Alobi Kembali Lepaskan 6 Satwa Liar, Langka: Terharu Bercampur Bahagiah!

Kusuma Jaya
Alobi Kembali Lepaskan 6 Satwa Liar, Langka: Terharu Bercampur Bahagiah!
Alobi Foundation bersama BKSDA Sumsel melakukan pelepasan liar enam satwa liar ke habitanya di hutan konservasi Kepulauan Bangka Belitung, Selasa (5/4/2021). (dok Alobi)
Alobi Foundation bersama BKSDA Sumsel melakukan pelepasan liar enam satwa liar ke habitanya di hutan konservasi Kepulauan Bangka Belitung, Selasa (5/4/2021). (dok Alobi)
Alobi Foundation bersama BKSDA Sumsel melakukan pelepasan liar enam satwa liar ke habitanya di hutan konservasi Kepulauan Bangka Belitung, Selasa (5/4/2021). (dok Alobi)

BANGKATENGAH, BABELREVIEW.CO.ID -- Alobi Foundation kembali melakukan pelepasan satwa liar ke habitat, di salah satu kawasan konservasi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Selasa (5/4/2021).

Satwa liar yang berhasil dilepas kali ini antara lain 3 Kukang, 2 Trenggiling dan 1 Musang Akar. Pelepasan satwa yang dilindungi ini melibatkan juga Alobi DPC Bangka Barat dan Tim BKSDA Sumsel.

"Alhamdulillah, hari ini kita kembali pada salah satu kegiatan utama kita, yaitu pelepasliaran satwa liar ke habitatnya," ujar Langka Sani, Owner Alobi Foundation Bangka Belitung.

Dijelaskan Langka, sebelum melakukan pelepasan enam satwa liar tersebut, Tim dari BKSDA Sumsel dan Alobi Foundation terlebih dahulu melakukan kajian habitat, medical check up.

"Kita terlebih dahulu melakukan penilaian karakter, sebelum satwa ini benar-benar dinyatakan siap untuk dilepasliarkan," tukas Langka.

Diakui Langka, dalam kegiatan pelepasan satwa liar ini, pihak Alobi dan BKSDA juga melibatkan banyak instansi, antara lain, DLH Bangka Tengah, PT Timah, Akademisi, Kompas UBB, Pokdarwis desa setempat dan Sahabat Media,

"Kami sangat senang dengan salah satu kegiatan utama Alobi dan Bksda ini, yaitu pengembalian atau pelepasliaran satwaliar ke habitat aslinya," ujar Langka.

Pasalnya, kata Langka, proses dari pelepasliaran ini sangatlah panjang, dari mulai Tim melakukan evakuasi, merawat mereka berbulan-bulan, bahkan terkadang tahunan di Pusat Penyelamatan Satwa.

Setelah itu dilanjut lagi proses pengembalian insting liar mereka, sehingga dinyatakan dapat dilakukan pelepasliaran.

"Dan ini adalah momen yang membuat kita terharu dan bahagia karena tim merasakan perjuangan yang luar biasa dalam semua prosesnya, sehingga mereka bisa kembali kehabitatnya lagi dan menjalani takdir mereka untuk hidup bebas di alam liar. Semoga perjuangan ini dapat mengembalikan populasi satwaliar negeri kita yang memang saat ini populasi satwaliar kita sudah sangat memprihatinkan," ungkap Langka.

Diakui Langka, pelepasaliaran enam satwa liar kali merupakan pelespasliaran yang ke 7.120 ekor individu satwa semenjak Alobi focus konservasi pada tahun 2014 sampai dengan 2021 saat ini.

"Kalau bukan kita siapa lagi. Kalau bukan sekarang kapan lagi. Bersama kita bisa, dan salam lestari," tegas Langka. (BBR)