AMAZING! Hutan Pelawan Seharusnya Mendunia

Admin
AMAZING! Hutan Pelawan Seharusnya Mendunia
hutan pelawanFOTO :( FERLY ADITYA )
foto dok ( zaiwan)
foto dok ( zaiwan)

SIANG itu menu khas Bangka sengaja disiapkan untuk Putri Indonesia 2018, Sonia Fergina Citra. Hembusan lembut angin dari arah Hutan Pelawan Desa Namang Kabupaten Bangka Tengah membawa aroma sedap menu Kulat Pelawan. Tak ada rasa ragu dan sungkan dari sosok gadis tinggi semampai ini. Rambut yang berhiasan mahkota Putri Indonesia itu ia biarkan tergerai panjang. Bagi penyuka taekwondo ini, menu Kulat Pelawan yang dihidangkan tuan rumah Hutan Pelawan, Zaiwan langsung saja disantap.

"Lezat. Saya suka masakan Kulat Pelawan ini," begitu saja ucapan Sonia meluncur usai menyantap satu sendok gulai Kulat Pelawan. Hutan Pelawan yang sudah dikelolah sejak 10 tahun ini oleh masyarakat Desa Namang Bangka Tengah, kini sudah menjelma sebagai destinasi wisata favorit di Bangka Belitung. Rerimbunan daun dan deretan batang berwarna merah terlihat eksotik ketika berpadu dengan warna putih pasir yang berada di bawah rimbunan daun batang Pelawan. Hutan ini, selain menghasilkan madu pelawan, juga bisa mendatangkan jamur pelawan.

Belum lagi jika daunnya diolah menjadi teh pelawan, tentu bisa menyegarkan lelah sehabis berkerja dan beraktivitas. Setelah sempat berkeliling di tengah Hutan Pelawan, Sonia mengaku kagum, bahwa di Bangka ini ia bisa menikmati indahnya Hutan Pelawan, yang saat ini sudah sulit ditemui di Babel apalagi di belahan dunia lainnya. Sonia yakin, Hutan Pelawan Desa Namang merupakan salah satu objek wisata tingkat dunia.

Pasalnya, Sonia mengaku belum pernah tahu ada hutan pelawan di tempat lainnya. "Destinasi ini bukan untuk tingkat lokal saja, tetapi bisa jadi objek wisata tingkat nasional bahkan dunia. Wisatawan juga tidak sematamata menikmati warna merah batang Pelawan saja, namun Hutan Pelawan ini juga memproduksi madu pelawan dan kulat pelawan," ujar Sonia. Hutan Pelawan dengan beragam kelebihan hayati yang dikandungnya, bisa menjadi jualan wisata kepada masyarakat dunia.

"Saya akan menyelipkan promosi Hutan Pelawan ini pada setiap ada kesempatan sebagai Putri Indonesia. Karena Hutan Pelawan ini saya yakini memiliki nilai jual tinggi," tutur Sonia. Apalagi jika sudah menyicipi madu pelawan sebagai produk non kayu di Hutan Pelawan. Rasa manis dan pahit dari dua jenis Madu Pelawan ini memiliki rasa yang khas dari madu jenis lainnya.

“Saya sangat yakin untuk Hutan Pelawan dan beragam produk yang ada disini akan menjadi wisata unggulan di Babel," tukasnya. Selain berkesempatan menikmati kulat pelawan dan madu pelawan, wanita berkulit putih ini juga sempat menikmati nasi cerak hutan pelawan, goreng mengalo, dan lada.

“Kulinernya enak semua. Banyak kuliner khas daerah Babel yang lezat-lezat sebagai upaya menarik para wisatawan dari luar untuk berkunjung ke Babel,” tutur Sonia. Di akhir kunjungannya ke Hutan Pelawan, Putri Indonesia Sonia melakukan penanaman pohon pelawan di kawasan Hutan Pelawan sebagai bentuk kepedulian Putri Indonesia terhadap kelestarian flora dan fauna. Kedatangan Sonia ke Hutan Pelawan ini di dampingi Kepala Dinas Pariwisata Babel A Rivai, para pejabat daerah, kecamatan maupun Desa Namang. (BBR)


Penulis :Kusuma
Editor   :Sanjay
Sumber :Babelreview