Analisa Ekonom Babel Terkait Dampak Covid 19 Terhadap Perekonomian di Bangka Belitung

Irwan
Analisa Ekonom Babel Terkait Dampak Covid 19 Terhadap Perekonomian di Bangka Belitung
Dr. Devi Valeriani, SE, M.Si (Dosen Fakultas Ekonomi UBB)

Penulis: Dr. Devi Valeriani, SE, M.Si (Dosen Fakultas Ekonomi UBB)

PANGKALPINANG, BABELREVIEW.CO.ID – Indonesia merupakan negara yang termasuk dalam pandemic Covid 19, dan dampak dari wabah tersebut sampai ke tingkat provinsi, kabupaten kota dan wilayah pedesaan.  Secara nasional beberapa pengamat ekonomi menyebutkan secara kuantitatif bahwa Indonesia akan berpotensi kehilangan sebesar 127 trilyun dan pertumbuhan ekonomi nasional di predikasi akan menyentuh angka di bawah 5%. Padahal pertumbuhan ekonomi ditargetkan  dalam APBN sebesar 5,3%.

Bagaimana dengan perekonomian lokal Bangka Belitung? Pengusungan RPJMD dengan tematik sektor pariwisata dan beragam potensi pengembangan yang telah dilakukan dan trend pengembangan sektor pariwisata tersebut selalu mengalami peningkatan, maka dengan adanya Covid 19 ini sangat kuat menyentuh pelaku usaha sektor pariwisata. Kondisi hotel, restoran, objek wisata, dan industri-industri pendukung sektor pariwisata menjadi tertekan, yang dapat diperkirakan omzet atau pendapatan yang diperoleh pelaku usaha tersebut merosot, sehingga target penjualan tidak akan tercapai.

Edaran secara nasional dan regional yang mengharuskan setiap orang melakukan social distancing  sangat mempengaruhi perekonomian daerah. Bayangkan seluruh sekolah dan kampus libur, berapa banyak pelaku usaha yang biasa melayani anak sekolah dan mahasiswa yang kehilangan pendapatannya. Kondisi tersebut baru dari satu komponen, belum lagi komponen-komponen lainnya, sehingga yang akan terjadi dalam kondisi pandemic Covid 19 ini adalah masyarakat akan kehilangan pekerjaannya yang berdampak kehilangan pendapatan dan berujung kepada peningkatan angka kemiskinan bagi daerah. 

Dampak lainnya adalah sebagai daerah yang sedang dalam pengembangan dan pembangunan wilayah, yang selama ini dengan giatnya pemerintah daerah melakukan promosi kepada investor-investor besar agar berinvestasi di Bangka Belitung, sangat terasa sekali dampaknya. Dana yang telah dikeluarkan sebagai modal dan telah diperhitungkan waktu Return On investment-nya, dengan adanya Covid 19 ini diyakini waktu pengembalian investasi akan meleset. 

Hal yang harus dilakukan oleh pemerintah daerah adalah tetap menjalankan perintah dari pusat yaitu menerapkan edaran bagi masyarakat agar tetap di rumah, meliburkan sekolah dan kampus, melakukan Work From Home bagi kantor-kantor, pembersihan public area dengan disinfektan, menyiapkan sarana cuci tangan di public area, sosialisasi kebersihan diri dan lingkungan.  Kewaspadaan lainnya adalah pengetatan terminal, pelabuhan dan bandara sebagai lalu lintas orang untuk keluar masuk Bangka Belitung. Selain itu pemerintah juga tentunya telah mengantisipasi dengan sarana prasarana Rumah Sakit dan tenaga medis.

Pelaku usaha harus memahami maksud dari edaran ataupun segala keputusan pemerintah daerah dengan membatasi jam buka restoran, membatasi masyarakat keluar rumah. Situasi ini harus disiasati oleh pelaku usaha misalnya dengan melakukan penjualan online, melayani layan antar, dan ide-ide kreatif lainnya.

Harapannya jika masyarakat patuh maka Bangka Belitung terbebas dari Covid 19 dan aktivitas ekonomi kembali menggeliat yang berdampak kepada pulihnya ekonomi masyarakat. Pemerintah daerah pun harus melakukan evaluasi atas kondisi ini misalkan memberikan insentif keringanan membayar pajak daerah, pihak perbankan memberikan tenggang waktu masa pengembalian kredit, dan beberapa stimulus lainnya bagi pelaku usaha dan investor, karena kondisi ini tidak dalam perencanaan siapapun dan lembaga manapun, sehingga harus disikapi dengan tetap mempertimabnagkan segala aspek kebijakan.