Aneh Bin Ajaib, Padi Ditanam Petani Desa Gudang Ini Berbuah Rumput

Ahada
Aneh Bin Ajaib, Padi Ditanam Petani Desa Gudang Ini Berbuah Rumput
Padi yang ditanam petani Desa Gudang Kecamatan Simpang Rimba Kabupaten Bangka Selatan ini, terliat berbuah rumput. (Kulul/ist)
Padi yang ditanam petani Desa Gudang Kecamatan Simpang Rimba Kabupaten Bangka Selatan ini, terliat berbuah rumput. (Kulul/ist)
Padi yang ditanam petani Desa Gudang Kecamatan Simpang Rimba Kabupaten Bangka Selatan ini, terliat berbuah rumput. (Kulul/ist)

SIMPANG RIMBA, BABELREVIEW.CO.ID -- Sudah biasa kita mendebgar ungkapan yang mengatakan "bila menanam padi, maka rumput akan ikut tumbuh, namun bila menanam rumput, padi tak akan pernah ikut tumbuh".

Tetapi pepatah ini tanpaknya terbantahkan. Setidaknya kejadian aneh ini terjadi di Desa Gudang Kecamatan Simpang Rimba Kabupaten Bangka Selatan.

Kali ini peristiwa aneh bin ajaib, padi yang ditanam sekitar tiga bulan lalu  oleh Muhammad Alok, petani dari Desa Gudang Kecamatan Simpang Rimba Kabupaten Bangka Selatan tersebut berbuah persis seperti buah rumput.

Alok baru tahu bahwa padinya berbuah seperti buah rumput, ketika ia dan Pendi rekannya melihat-lihat buah padinya yang sudah mulai mengurai.

Saat itu pandangan mereka  tertuju pada beberapa rumpun padi yang buahnya agak aneh.

Karena merasa penasaran, lantas mereka mendekati padi yang terlihat aneh  itu.

Alok mengaku belum pernah melihat ada  Padi yang berbuah persis seperti buah rumput.

"Ketika kami lihat-lihat padi yang sudah mulai berbuah dan sebagian sudah ada yg mulai mengurai, tiba-tiba pandangan kami tertuju pada buah padi yang agak aneh, buahnya  kecil-kecil tapi bentuknya bukan buah padi, buahnya persis seperti buah rumput,"" ungkap Pendi, Selasa (26/5/2020).

Menurut Kalok, panggilan Muhammad Alok, ia merasa yakin bahwa yang ia tanam itu padi.

Karena ketika menanamnya, benih  yang ia tanam itu benih padi.

"Ku yaken kak, yang ku tanem ya padi. Pokok e Bibit  a   sama  persis bibit padi, tapi entah ngape aok bueh e cem kek bueh rumput," ungkap Kalok.

Padi ampai  yang mereka tanam itu menurut Kalok memang bukan benih padi sawah, tapi padi ampai yang umum di tamam masyarakat tradisional di Payak, atau padi ume / huma, dan ia tanam di sawah miliknya. (*/BBR)
Laporan: kulul sari