Anggaran Penanganan Covid -19 Belum Diajukan, Musani : Jangan Sampai Ada Korban Baru Mau Diajukan

andre
Anggaran Penanganan Covid -19 Belum Diajukan, Musani : Jangan Sampai Ada Korban Baru Mau Diajukan
Foto : Andre

TOBOALI, BABELREVIEW.CO.ID -- Kendati belum ada pasien yang dinyatakan positif terjangkit Covid -19, Pemerintah Provinsi Bangka Belitung dan sejumlah kabupaten di Babel telah menganggarkan anggaran penanganan vitus tersebut.

Misalnya, Pemprov Babel yang menggelontorkan dana sebesar Rp 25 miliar dan Pemkab Bangka Rp38 miliar. N mun hal itu belum dilakukan oleh Pemkab Bangka Selatan (Basel).

"Kita menyayangkan Pemkab Basel yang belum mengajukan anggaran untuk penanganan Covid -19, padahal Pemprov Babel dan Pemkab Bangka sudah menganggarkan, " ungkap Ketua Fraksi Keadilan Sejahtera Kebangkitan Bangsa (FKSKB), Musani.

Menurut politikus PKS ini, Pemkab Basel terlalu lambat untuk bergerak mencegah virus ini meskipun hingga saat ini belum ada pasien yang positif terjangkit Covid -19.

"Apa harus menunggu ada pasien yang positif Covid -19 baru mau mengajukan anggaran?," keluhnya.

Diakuinya, DPRD Basel belum menerima usulan Pemkab terkait anggaran penanganan Covid -19.

"Cepat usulkan anggaran dan anggaran mana yang harus digeser untuk penanganan Covid -19. Ini isu Internasional, negara lain dan daerah lain sudah siaga. Ini Basel seolah olah meremehkan, " bebernya.

Belum lagi, sambungnya pihak RSUD Basel yang baru membangun ruang Isolasi pasien suspect Covid -19.

"Kemarin saya tinjau itu ruang isolasi pasien Covid -19 belum selesai dan baru akan selesai dua hari lagi. Bagaimana jika hari ini sudah ada pasien yang positif Covid -19, mau diisolasi dimana? " katanya, Sabtu (21/03/2020).

Lebih lanjut ia mengatakan, ketidaksiapan RSUD menghadapi Covid -19 ini terletak di perlengkapan dan alatnya.

"Perlengkapan seperti baju astronot terbatas dan sisanya masih dalam proses pengiriman, perlengkapan medisnya juga belum lengkap, tenaga medisnya juga belum siap, " pungkasnya. (BBR)


Penulis: Andre