Anggota Dewan Disebut Kangkangi Protokol Kesehatan Covid-19, Hazil: Harusnya Wakil Rakyat Jadi  Tauladan!

Ahada
Anggota Dewan Disebut Kangkangi Protokol Kesehatan Covid-19, Hazil: Harusnya Wakil Rakyat Jadi  Tauladan!
Anggota DPRD Bangka Junaidi Surya (kiri) dan Tokoh Masyarakat Belinyu Hazil Ma'ruf (kanan). (Foto2: istimewa)

BELINYU, BABELREVIEW.CO.ID -- Anggota DPRD Kabupaten Bangka asal Daerah Pemilihan (Dapil) Belinyu-Riau Silip, Junaidi Surya alias Pet Jun, sedang menjadi sorotan oleh tokoh masyarakat di Kecamatan Belinyu.

Pasalnya Anggota Komisi 1 dari Partai Nasdem ini keluar masuk Pulau Bangka ke zona merah (Jakarta) dengan mengabaikan protokol kesehatan Covid-19 sebagaimana ditetapkan pemerintah.

Perwakilan tokoh masyarakat Belinyu H Hazil Ma'ruf, kepada BBR Jumat (12/06/2020) mengungkapkan, Junaidi baru datang dari zona merah (Jakarta) pada tanggal 4 Juni 2020.

"Dari riwayat perjalanan yang bersangkutan yang kita peroleh,  pada tanggal 4 Juni lalu dia baru pulang dari Jakarta. Kemudian tanggal 6 Juni (baru berselang dua hari dari Jakarta) dia ikut DL ke Desa Gunung Muda Belinyu. Tanggal 9 Juni DL ke Toboali, dan hari ini (Jumat, 12/6/2020) DL ke Bangka Barat," ungkap Hazil.

Dikatakan Hazil, semestinya selaku anggota dewan, Junaidi harus memberikan contoh yang baik kepada masyarakat dan bertindak sesuai aturan protokol kesehatan.

"Terlepas yang bersangkutan sudah melakukan rapid/swab atau tidak, harusnya kan kalau sekembali dari zona merah itu mestinya isolasi mandiri dulu selama 14 hari. Aturannya begitu, jangan dikangkangi aturan ini. Kami selaku masyarakat juga mentaati aturan ini. Tempo hari anak kami pulang dari luar Bangka, juga jalani isolasi mandiri selama 14 hari. Kalau sekelas  anggota dewan saja sudah tak taat aturan, bagaimana masyarakat mau benar," beber Hazil yang juga mantan Anggota DPRD Bangka Periode 2004-2009 ini.

Dalam kesempatan tersebut Hazil juga meminta agar  pihak Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Bangka, tidak pandang bulu dalam menerapkan aturan.

"Saya juga tidak tahu apakah pihak  Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Bangka kecolongan atau sengaja melakukan pembiaran. Kami cuma berharap agar peraturan ditegakkan dengan baik jangan kesannya hanya berlaku bagi rakyat saja," tandas Hazil.

Hazil  berharap agar  penerapan terkait aturan pencegahan wabah Covid-19 ini tidak dibuat main-main.

"Saya tidak dalam kapasitas beranggapan menyatakan saudara Pet Jun ini sebagai pembawa wabah, bukan itu titik fokusnya. Yang dipersoalkan adalah pelanggaran aturan protokol kesehatan yang dia abaikan yakni tidak melakukan isolasi mandiri sepulang dari zona merah. Mari kita taati aturan jangan dibuat main-main, virus ini sangat berbahaya dan mengancam keselamatan banyak orang," kata Hazil.

Anggota DPRD Kabupaten Bangka Junaidi Surya hingga berita ini diturunkan, belum menjawab konfirmasi yang disampaikan BBR.

Konfirmasi yang dikirim via WA tersebut dengan status pesan terkirim namun belum dibaca.

Demikian juga dengan pihak Gugus Tugas Pencegahan Covid-19 Kabupaten Bangka. Konfirmasi yang disampaikan melalui Juru Bicara Gugus Tugas Pencegahan Covid-19 Kabupaten Bangka, Boy Yandra, juga belum dijawab.

Sedangkan Ketua DPRD Kabupaten Bangka, Iskandar Sidi, dikonfirmasi BBR hanya membalas dengan mengirimkan stiker gambar jempol dan tanda maaf. 

Ketika dikonfirmasi ulang Iskandar belum membaca pesan yang dikirim oleh wartawan media ini. (BBR)
Laporan: Ichsan Mokoginta Dasin