Angka Stunting di Kabupaten Bangka Turun

kasmirudin
Angka Stunting di Kabupaten Bangka Turun
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka dr. Then Suyanti. (Foto:Ibnu)

BELINYU, BABELREVIEW.CO.ID -- Angka gizi buruk dan stunting kepada anak di Kabupaten Bangka berhasil ditekan. Angka terus menurun dari jumlah kasus tahun periode 2017-2018. 

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka dr. Then Suyanti pada saat mendampingi kegiatan Safari Ramadhan Bupati Bangka di Belinyu, Kamis (23/5/2019).

Stunting merupakan masalah kurang gizi kronis akibat asupan gizi yang buruk, sehingga tinggi badan bayi dibawah standar menurut usianya. 

Then mengatakan, locus di tahun 2019 berbeda dengan locus pada tahun sebelumnya. Tahun 2019 terdapat 9 locus di antaranya wilayah Jurung, Kace Timur, Kemuja, Mendo Barat, Cengkong Abang, Kace, Penagan, Kota Kapur dan Rukem.

"Total anak yang di ukur adalah 539 orang, dan yang terindikasi stunting 135 anak. Ini pemeriksaan yang kita lakukan di periode tahun 2018/2019.  Data tahun sebelumnya lebih banyak dari tahun ini, dan itu hanya sebatas penelitian saja," paparnya.

Menurutnya, dengan data yang diperoleh ada penurunan untuk anak yang menderita stunting, dari 32.7 persen menjadi untuk batuta menjadi 8.9 persen dan balita menjadi 12.1 persen.

"Salah satu penyebab terjadinya stunting adalah pola asuh anak, pemberian makanan, PHBS dan pemberian imunisasinya. Apalagi adanya stigma, anak kecil tidak boleh makan ikan karena mengandung cacing. Hal seperti itu pernah didapati di masyarakat," tukasnya.

Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka saat ini telah melakukan kegiatan road show, yang dimulai dari bulan Mei ke setiap desa untuk memberikan pemahaman kepada ibu-ibu tentang locus stunting terkait pola asuh kepada anak.

Then menambahkan, salah satu penyebabnya juga adanya pernikahan usia dini. Menurutnya, remaja yang sudah mempunyai anak masih kurang dalam pengetahuan pola asuh anak.

" Penyakit stunting ini selain berpengaruh pada pertumbuhan anak, juga sangat berpengaruh pada imunitas anak. Jadi kita akan lakukan terus pemantauan setiap bulannya dari pemberian makanan dan perkembangan anaknya," jelas Then Suyanti. (BBR)


 

Penulis  : Ibnu 
Editor    : Kasmir
Sumber : Babel Review