Angkringan Janda Tawarkan Nuansa Jawa -Sunda yang Kental

Admin
Angkringan Janda Tawarkan Nuansa Jawa -Sunda yang Kental
foto:Sartika / DOK. Angkringan Janda

PANGKALPINANG,BABELREVIEW – Angkringan Janda,kesan unik dan rasa penasaran langsung muncul ketika mendengar nama tempat  nongkrong yang kini mulai hits di kalangan anak muda Kota Pangkalpinang ini Angkringan Janda adalah singkatan dari Angkringan Jawa-Sunda, yang merepresentasikan seluruh menu yang ditawarkan di angkringan ini yang memang khas dari daerah Jawa dan Sunda.

“Kami menawarkan suasana dan referensi tempat nongkrong yang baru dan belum pernah ada di Kota Pangkalpinang,” jelas Bima, Manajer Angkringan Janda kepada Babel Review. Angkringan ini memberikan nuansa Jawa-Sunda yang sangat kental.

Mulai dari desain bangunan yang menggunakan bambu dan atap daun kelapa, pegawai yang menggunakan batik dan blankon, serta makanan khas Jawa-Sunda yang disajikan membuat pengunjung merasakan sensasi nongkrong dengan atmosfer adat Jawa.

Adat Jawa yang diangkat di angkringan ini membuat makanan yang disajikan dominan memiliki rasa agak manis, seperti opor ayam, sayur lodeh dan gudeg. Namun ini justru menjadi pilihan yang layak dicoba oleh masyarakat Bangka Belitung yang umumnya menyukai makanan pedas.

Nuansa unik dan khas serta desain tempat yang menjamur di Kota Pangkalpinang namun Ang-kringan Janda tetap mampu mencuri hati pengunjung.

“Kami selalu berusaha meningkatkan kualitas makanan, kebersihan dan kinerja serta menekankan nuansa Jawa-Sunda yang tidak dimiliki cafe-cafe lainnya,” tukas Bima. Tak heran kalau kemudian Angkringan Janda mampu meraih omset hingga Rp 120 juta per bulan.

dibungkus dengan apik membuat banyak orang penasaran. “Setelah tiga bulan berdiri respon masyarakat sangat positif, banyak pengunjung yang datang karena penasaran dan biasanya akan datang lagi,” tambah Bima.

Angkringan yang terletak di Jalan Merdeka, Batin Tikal Pangkalpinang ini dilengkapi dengan akses wifi, live modern music, dan traditional music (angklung) yang sengaja dipilih oleh pengelola angkringan untuk menambah nuansa khas Jawa Sunda.

Selain itu, angkringan ini juga memiliki dua klasifikasi tempat yaitu indoor dan outdoor yang mampu menampung hingga 250 orang pengunjung. Untuk menarik perhatian masyarakat, angkringan ini menggunakan media sosial seperti Facebook dan Instagram sebagai media promosi.

“Media sosial adalah alat promosi yang murah dan juga efektif, karena saat ini hampir semua orang menggunakan dan mempunyai akun media sosial,” jelas Bima kepada Babel Review. Walaupun cafe dan tempat nongkrong sudah Angkringan janda adalah referensi tempat nongkrong yang sangat unik bagi seluruh kalangan, baik anak-anak muda maupun keluarga di Kota Pangkalpinang yang ingin merasakan maupun bernostalgia dengan nuansa JawaSunda.

Tempat yang cozy dan bernuansa etnik kental membuat Angkringan Janda menjadi tempat nongkrong yang highly recommended. (BBR)


Penulis :Sartika
Editor   :Sanjay
Sumber :Babelreview