Antisipasi Kepadatan Penduduk Pemkot Persiapkan Rusun di Kawasan Industri

Admin
Antisipasi Kepadatan Penduduk Pemkot Persiapkan Rusun di Kawasan Industri
foto:ilustrasi/net

PANGKALPINANG, BABEL REVIEW— Perkembangan kawasan pembangunan pemukiman di Provinsi Bangka Belitung saat ini berkembang pesat, termasuk di Kota Pangkalpinang sebagai ibu kota provinsi ke 33 ini. Dengan luas wilayah mencapai 118,41 km2 Kota Pangkalpinang menjadi rumah bagi 209.383 jiwa penduduknya.

Tentunya semakin tahun jumlah penduduk akan semakin meningkat. Pemerintah Kota (Pemkot) Pangkalpinang pun harus memiliki perencanaan dan program jangka panjang dalam mengantisipasi semakin padatnya kawasan pemukiman penduduk, demi mencegah kurangnya ketersediaan tempat tinggal dan mencegah tumbuhnya kawasan pemukiman kumuh di Kota Pangkalpinang.

Dalam mengantisipasi perkembangan penduduk, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Pangkalpinang, Agung Yubi Utama, mengatakan Pemkot Pangkalpinang akan mempersiapkan kawasan perumahan yang sifatnya vertikal atau rumah susun. “Ke depan penduduk di sekitar kawasan industri kita arahkan untuk rumah susun.

Rusunawa kita saat ini perlu direnovasi dan ke depanya kawasan rusunawa akan kita buat atraktif.  Apa lagi di depan rusunawa ada lapangan terbuka sehingga menarik untuk menjadi kawasan pemukiman,”jelas Agung. Ia mengatakan, perencanaan pembangunan kawasan lokasi pemukiman sifatnya menyebar di seluruh Kota Pangkalpinang,

terkecuali kawasan Ruang Terbuka Hijau. “Yang tidak bisa menjadi pemukiman adalah jalur hijau atau kawasan hijau, contohnya seperti di kawasan Tuatunu karena sudah sesuai RTRW,” ujarnya. Selain itu, bagi setiap para pengembang perumahan yang akan membangun kawasan perumahan, akan diberikan izin apabila dalam desain perencanaannya menyediakan fasilitas umum dan fasilitas sosial.

“Para developer harus dan wajib menyediakan fasum, fasos dan kawasan hijau serta resapan air minimal 20% dari luas lahan yang diajukan sebagai perumahan,” kata Agung. Terkait ketersediaan ruang terbuka hijau, Agung Yubi Utama mengatakan, setiap kota harus menyiapkan kawasan hijau minimal 20 persen dari luas wilayah kabupaten atau kota.

“Tetapi Kota Pangkalpinang dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) hanya 11 persen. Namun untuk kawasan perkotaan sudah cukup baik. Beberapa kawasan ada fasilitas umum dan yang lainnya, salah satunya kawasan terpadu. Demikian juga di kawasan industri tetap kita sediakan untuk permukiman, yang persentasenya lebih sedikit,” jelas Agung. (BBR)