Apa Beda ODP dan ODR, Ini Jawaban Ketua Gugus Tugas Covid19 Babel

Ahada
Apa Beda ODP dan ODR, Ini Jawaban Ketua Gugus Tugas Covid19 Babel
Corona (ist)

PANGKALPINANG, BABELREVIEW.CO.ID -- Sejak merebaknya pandemi Covid-19 satu bulan terakhir, beragam istilah bermunculan dalam menentukan kategori dan tingkatkan masyarakat yang terdampak oleh virus corona.

Beragam istilah yang digunakan terkait Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) ini, tidak sedikit yang membuat sebagian masyarakat binggung dalam memahami makna dari istilah ataupun singkatan yang sekarang populer disebutkan.

Sebelumnya, ada istilah Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Pasien dalam pengawasan (PDP). Kini muncul lagi istilah baru yakni Orang Tanpa Gejala (OTG) dan juga muncul Orang Dengan Risiko (ODR).

Menyikai beragam istilah dan singkatan ini, Ketua Sekretariat Pusdalops Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Babelz Mikron Antariksa menjelaskan, bahwa untuk istilah ODP ditujukan kepada orang yang dengan demam/riwayat perjalanan atau gangguan saluran pernafasan ke negara atau daerah transmisi lokal dalam 14 hari terakhir.

Sedangkan PDP, orang dengan demam dan gangguan saluran pernafasan disertai dengan atau tanpa pneumonia dan riwayat perjalanan ke negara atau daerah transmisi lokal selama 14 hari terakhir atau ada riwayat kontak dengan orang terkonfirmasi positif Covid-19.

"Sedangkan ODR adalah Orang Dengan Resiko. Istilah ini ada namun sejak ada zona merah dan kita ada positif di wilayah Babel, istilah tersebut diganti dengan OTG orang tanpa gejala," ungkap Mikron, Minggu (19/4/2020).

Mikron menyebutkan, di beberapa kabupaten memang masih ada istilah ODR ini, karena belum ada kasus terkonfirmasi positif, seperti di Bangka Barat, Bangka Tengah, Beltim, dan wilayah lain yang belum ada kasus positif, kecuali Pangkalpinang dan Belitung.

"Untuk Provinsi kita gunakan istilah OTG, wilayah babar silahkan ODR. Kalau kita tetap OTG," tukasnya.

OTG sendiri adalah orang yang tanpa gejala demam, atau saluran pernafasan, tanpa gejala klinis lainnya, tanpa riwayat perjalanan, tetapi pernah kontak dengan pasien positif Corona.

"Dari OTG ini ada yang setelah diperiksa ternyata terkonfirmasi positif Corona.  Seperti istri mendiang pasien positif yang meninggal di Basel," imbuhnya. (*/BBR)