Api Lahap Rumah Warga Lubuk Besar, Bupati dan Wabup Bangka Tengah Gerak Cepat Salurkan Bantuan

LUBUK BESAR — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka Tengah bergerak cepat membantu korban kebakaran yang menghanguskan rumah milik Amir (45) dan Lina (41) di Desa Lubuk Besar, Kecamatan Lubuk Besar, Minggu (01/03/2026) sore.

Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman, bersama Wakil Bupati ,Efrianda turun langsung meninjau lokasi kejadian pada Senin (02/03/2026). Dalam kunjungan tersebut, keduanya melihat kondisi rumah serta menguatkan keluarga korban.

Algafry menyampaikan duka cita sekaligus memastikan bahwa Pemkab Bateng hadir untuk membantu meringankan beban yang dialami.

“Kami turut prihatin atas musibah ini. Kehadiran kami untuk memastikan kondisi di lapangan sekaligus mencari solusi terbaik,” ucap Algafry.

Ia menegaskan, Pemkab Bateng akan menjamin kebutuhan dasar keluarga korban tetap terpenuhi. Perhatian khusus juga diberikan kepada dua anak Amir agar tetap melanjutkan pendidikan, meskipun perlengkapan sekolah mereka ikut terbakar.

“Anak-anak harus tetap sekolah. Untuk itu tadi ada bantuan dari BAZNAS berupa baju-baju, kemudian bantuan yang lain juga ada,” imbuhnya.

Menurut Algafry, percepatan penanganan pascakebakaran akan melibatkan berbagai pihak agar dapat segera terealisasi.

“Mudah-mudahan nanti bisa terselesaikan. Saya hanya berharap kedua orang tua tadi tetap semangat, anak-anak beliau tetap sekolah. Hal-hal yang lain yang bisa kita dorong dan kita bantu, nanti insyaallah kita bantu,” kata Algafry.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinsos-PMD) Bangka Tengah, Padlillah, memastikan proses pembangunan ulang rumah Amir tengah dikoordinasikan.

“Kami sudah berkomunikasi dengan Baznas Provinsi melalui Baznas Bangka Tengah. Selain itu, pihak CSR juga telah dihubungi untuk mendukung pembangunan rumah ini. Kami juga sudah menghubungi pihak Sentra Mulya Jakarta untuk berpartisipasi membangun kembali rumah korban,” jelasnya.

Sebagai langkah tanggap darurat, Pemkab Bangka Tengah sebelumnya telah menyalurkan bantuan berupa kebutuhan dasar.

“Semalam kita sudah hantar kasur, selimut untuk warga karena saat ini mereka diungsikan di rumah tetangga. Hari ini, tadi kita ada bantuan berupa makanan siap saji, sembako, perlengkapan sekolah dan juga kebutuhan-kebutuhan lainnya,” tutur Padlillah.

Di sela kunjungan tersebut, istri Amir, Lina (41), tak kuasa menahan tangis saat menceritakan detik-detik api melahap rumah mereka.

“Saya posisinya lagi di warung (jualan kue). Kemudian ada teman yang memberitahu rumah saya terbakar. Kemungkinan saya pulang sekitar jam 5 sore. Saat sampai, rumah sudah ludes terbakar, api besar,” terang Lina.

Sejumlah barang berharga tak sempat diselamatkan. Dua unit kulkas, dua unit rice cooker, tiga unit kasur, tiga unit sepeda motor, hingga satu unit mesin air ikut hangus dilalap api. Meski demikian, ia bersyukur saat kejadian rumah dalam keadaan kosong.

“Alhamdulillah kondisi rumah kosong. Biasanya anak saya tidur siang di rumah sampai sore, tapi kebetulan kemarin anak saya tidak ada di rumah,” katanya.

Saat ini, Lina dan keluarganya sementara tinggal di rumah tetangga. Ia turut menyampaikan rasa terima kasih atas bantuan yang telah diberikan pemerintah daerah.

“Terima kasih banyak sudah dibantu pemerintah. Kalau bisa kami juga tidak mau kejadian seperti ini,” ujarnya lirih.*

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *