Babel Akan Gelar Rapid Test Massal,   Zona Merah Jadi Prioritas

Ahada
Babel Akan Gelar Rapid Test Massal,   Zona Merah Jadi Prioritas
Jubir GTPPC-19 Andi Budi Prayitno (ABP). (Ist)

PANGKALPINANG, BABELREVIEW.CO.ID-- Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 (GTPPC-19) Babel, bergerak cepat untuk memperlambat penyebaran Covid-19 di Bangka Belitung.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah dengan melakukan rapid test massal di sejumlah wilayah Provinsi Babel.

Demikian dikatakan Ketua GTPPC-19 Provinsi Babel Mikron Antariksa melalui Jubir GTPPC-19 Andi Budi Prayitno (ABP), kepada BBR Senin (11/05/2020) malam.

"Sekarang kita sedang memantapkan persiapan rapid test massal yang akan dilakukan dalam waktu dekat ini, termasuk fokus lokasinya," ujar ABP.

Dikatakan ABP, beberapa titik lokasi yang menjadi prioritas dalam rapid test massal ini adalah zona yang sudah terkonfirmasi positif Covid-19.

"Titik yang dijadikan prioritas di antaranya, pertama, zona merah atau zona dimana ditemukannya pasien terkonfirmasi positif Covid-19, seperti  Kecamatan Pangkalbalam Kota Pangkalpinang, Merawang Bangka, dan Simpang Pesak Belitung Timur, serta beberapa wilayah kecamatan lainnya," kata ABP.

Dia menambahkan, pelaksanaan rapid test massal ini akan berkoordinasi dengan tim GTPPC-19 Kabupaten/Kota.

Selain lokasi yang sudah disebutkan di atas, lanjut ABP, pihaknya juga akan melakukan rapid test di pasar-pasar.

"Pasar merupakan salah satu tempat berkumpulnya masyarakat. Apalagi di bulan Ramadhan dan menjelang Idul Fitri yang justru semakin ramai," imbuhnya.

ABP juga mengungkapkan, titik lain yang akan dilakukan rapid test massal yakni tempat ibadah terutama masjid.

"Imbauan pemerintah termasuk dari tokoh-tokoh agama dan ormas Islam terkait pencegahan penyebaran Covid-19 belum diikuti oleh masyarakat secara disiplin dan menyeluruh. Masyarakat masih menjalankan ibadah di masjid. Masih melaksanakan Tarawih dan Jumatan dengan mengabaikan physical distancing," tandas ABP.

Masih menurut ABP,  dengan rapid test massal ini, diharapkan masyarakat di satu sisi lebih 'aware' dan di sisi lain, ingin melihat peta perkembangan kasus terkonfirmasi Covid-19 ini di wilayah mana saja.

"Sehingga nantinya jika ada yang reaktif dari hasil rapid test tersebut, maka upaya antisipasi dan pencegahan bisa segera kita lakukan melalui Gugus Tugas Kabupaten/Kota. Kegiatan ini akan dilakukan  bersama pemerintah desa/kelurahan berkoordinasi dengan Babinsa dan Bhabinkamtibmas. Petugas melakukan sterilisasi atau semacam blokade akses keluar masuk masyarakat di desa atau kawasan tersebut, agar tidak terjadi penyebaran yang masif," jelas ABP. (BBR)
Laporan: Ichsan Mokoginta Dasin