Babel Masuk Predikat Lima Provinsi dengan Penanganan Covid-19 Terbaik

kasmirudin
Babel Masuk Predikat Lima Provinsi dengan Penanganan Covid-19 Terbaik
Sekretaris GTPPC-19 Babel Mikron Antariksa. (Foto: Istimewa)

PANGKALPINANG, BABELREVIEW.CO.ID -- Penanganan pandemi Covid-19 di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) mendapat predikat terbaik. Setidaknya ada 5 wilayah di Indonesia dengan predikat provinsi terbaik dalam penanganan Covid-19. Selain Babel, ada juga Provinsi DI Yogyakarta, Aceh, Sumatera Barat dan Gorontalo yang langsung diumumkan oleh Presiden RI, Joko Widodo.

Gelar ini bukan semata-mata diberikan kepada provinsi yang paling sedikit kasusnya. Tetapi juga dilihat dari parameter yang telah dihimpun oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

Sekretaris GTPPC-19 Babel Mikron Antariksa mewakili Ketua sekaligus Gubernur Babel Erzaldi Rosman, mengucapkan syukur atas predikat terbaik yang disampaikan tersebut. Diakui dia, dalam penanganan Covid-19 di Babel merupakan komitmen, semangat dan sinergitas yang ditanamkan pihaknya.

 "Itu kunci utama dari kawan-kawan medis dan relawan di lapangan, sehingga kita bisa menangani pandemi ini dengan sangat baik. Di samping memotivasi para pasien dan mengingatkan masyarakat, agar dapat meningkatkan kedisiplinan dalam menerapkan protokol kesehatan Covid-19 dan meningkatkan daya tahah tubuh dengan rutiniras olahrwaga serta mengkonsumsi makanan yang bergizi," kata Mikron, Jumat (17/7/2020).

Dijelaskan Mikron, per 17 Juli 2020 ini situasi terkini penyebaran Covid-19 di Babel tak mengalami peningkatan kasus terkonfirmasi positif. Jumlah kasus positif masih sama dengan data dua hari yang lalu yaitu 175 kasus, dimana 166 orang dinyatakan sembuh dan menyisakan 7 pasien yang sedang dirawat.

"Secara presentase tingkat kesembuhan pasien Covid-19 di Babel mencapai angka 94,8 persen. Masih tersisa 7 orang lagi yang menjalani masa karantina, terdiri dari Kota Pangkalpinang 2 orang, Kabupaten Bangka 1 orang, Kabupaten Bangka Tengah 2 orang dan Kabupaten Belitung 2 orang. Kami optimis 7 pasien dalam dalam perawatan segera akan pulih kembali mengingat gejala klinis mereka sudah tidak ada lagi," kata Mikron.

Terpisah laporan situasi terkini yang disampaikan Juru bicara GTPPC-19 Babel Andi Budi Prayitno, data Orang Tanpa Gejala (OTG) saat ini berjumlah 3.407 orang, Orang Dalam Pemantauan (ODP) ada 1.130 orang, dan Pasien Dalam Pengawasan sebanyak 154 pasien.

"Sementara kompilasi jumlah Spesimen Swab Test (PCR/TCM) yang diperiksa hingga saat ini berjumlah 2.186 sampel dengan hasil positif 175, negatif 1.899 sampel dan dalam proses pemeriksaan 112 sampel," paparnya.

Ia membenarkan, tingkat kesembuhan atau bebas Covid-19 dan selesai isolasi orang yang terkonfirmasi Covid-19 di Babel mencapai 94,86 persn dan orang yang masih sedang dalam perawatan/penanganan berada di angka 4 persen.

"Kita patut bersyukur dan memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada semua pihak terutama kepada tim medis, tenaga kesehatan, dokter, perawat, satgas penegakan disiplin protokol kesehatan Covid-19, dan para relawan, yang sudah berjibaku, berjuang dengan tegar, serta merespon secara cepat dalam melakukan perawatan, penanganan, pengendalian, dan pemantauan Covid-19," ungkapnya.

Pencapaian tersebut tentu saja berkat kerja semua pihak dan kesadaran serta kepedulian dari masyarakat yang terus konsen dan konsisten, memberi andil dalam pengendalian dan penanggulangan pandemi Covid-19 di Babel. Cetak biru (blue print) pengendalian Covid-19 di Babel dilakukan dalam kerangka kerja: tracking yang proaktif, tracing yang agresif, testing yang massif, serta treatment yang optimal, terukur, dan disiplin

"Treatment terhadap orang yang dinyatakan positif terkonfirmasi Covid-19 menjadi perhatian serius tim gugus tugas Babel dalam pengendalian Covid-19, sehingga mereka yang dikarantina dan menjalani penanganan maupun yang diisolasi dan menjalani perawatan, dalam waktu yang relatif singkat bisa sehat dengan cepat dan dinyatakan bebas Covid-19," jelasnya.

Namun hasil dan pencapaian ini tentu tak boleh kemudian membuat lalai dan lupa diri, bahkan abai terhadap Covid-19. Justru sebaliknya, kata Andi, menjadi motivasi bagi masyarakat untuk terus menjaga soliditas dan merawat solidaritas termasuk menanggalkan ego sektoral dalam dalam ikhtiar bersama memutus mata rantai penyebaran dan penularan Covid-19 maupun kesiapsiagaan menanggulangi pandemi Covid-19 di Babel. (BBR)


Penulis : Diko Subadya/Ril

Editor   : Kasmir

Sumber : GTPPC-19 Babel