Babel MoU, Tingkatkan Kualitas Produk Pertanian

Admin
Babel MoU, Tingkatkan Kualitas Produk Pertanian
Foto:ist Humas Diskom Info

JAKARTA, BABELREVIEW  – Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terus bergerak maju. Segala bidang menjadi perhatian Gubernur Kepulauan Babel beserta seluruh perangkat kerja serta komponen masyarakat. Salah satunya adalah sector pertanian, yang sejak dahulu memang telah menjadi mata pencaharian utama sebagian besar masyarakat Babel.

Upaya dan usaha untuk menjadikan produk-produk bidang pertanian Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang berkualitas,  unggul dan dikenal hingga ke mancanegara, telah menjadi konsentrasi Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Erzaldi Rosman bersama jajarannya. Selain bergerak dan terus membenahi masyarakat petani Babel dari dalam, Pemprov Babel juga terus berusaha menjalin kerjasama dengan berbagai institusi pemerintah maupun swasta.

Tujuannya tidak lain untuk meningkatkan mutu produk pertanian Babel Langkah dan program terbaru Pemprov Babel  saat ini adalah Gubernur Babel Erzaldi Rosman bersama Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Indonesia (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo dan Menteri Pertanian (Mentan) RI Andi Amran Sulaiman melakukan Memorandum of Understanding (MoU), yang ditandatangani di Hotel Sultan Golden Ballroom, Jakarta Selatan, Kamis (1/8/2019).

MoU yang dilakukan kedua pihak  diselasela Rapat Koordinasi Nasional Transmigrasi Tahun 2019  itu, berkenaan dengan Sinergi Pengembangan Produk Unggulan Kawasan Perdesaan (PRUKADES) pada Kawasan Transmigrasi dan Kawasan Perdesaan di Provinsi Babel. Menyikapi MoU ini, Gubernur Babel Erzaldi Rosman mengaku bangga bahwa satu lagi program strategi Bangka Belitung mulai dilakukan.

Gubernur Erzaldi berharap melalui MoU ini, sektor pertanian Bangka Belitung akan terus tumbuh dan berkembang, dan tentunya diikuti dengan peningkatan kualitas dan mutu produk pertanian. “Dengan adanya MoU ini, saya berharap pengembangan produk unggulan di Kawasan Perdesaan Provinsi Babel dapat meningkat dan memberikan kontribusi yang baik bagi Desa,” ujar Gubernur Erzaldi.

Dalam acara Penandatanganan MoU tersebut, Gubernur Erzaldi di dampingi Pj Sekda Babel, Kepala Dinas Pertanian, Kepala Disnakertrans, dan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Babel. Sementara itu, Menteri Desa PDTT Eko Putro Sandjojo menjelaskan MoU tersebut sejalan dengan Visi Indonesia Mandiri, yakni bertujuan untuk meningkatkan produktivitas kawasan transmigrasi dan kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Untuk mewujudkan cita-cita tersebut, maka dirumuskanlah strategi pembangunan transmigrasi. Rumusan pertama adalah peningkatan konektivitas antar wilayah perdesaan dan perkotaan. Di kawasan transmigrasi dibutuhkan pembangunan 943 km jalan, dan 1.756 meter jembatan. Kedua adalah peningkatan usaha pasca panen komoditas pertanian. Di kawasan transmigrasi tersebut dibutuhkan 21 RMU dan 7 mesin perontok jagung skala besar.

Sedangkan strategi ketiga adalah peningkatan SDM perdesaan. Akademi Desa 4.0 dan pelatihan regular akan meningkatkan ketrampilan teknis dan melek finansial bagi 1,7 tenaga kerja di kawasan transmigrasi. Sementara yang keempat, penguatan pariwisata, dimana perlu penguatan pariwisata berbasis kondisi alam, agrowisata, dan wisata historis layak dikembangkan di 20 Kawasan Perkotaan Baru. “Dan yang kelima adalah digitalisasi perdesaan.

Pembangunan telematika di kawasan transmigrasi perlu dilaksanakan di 1.354 desa yang belum terjangkau internet, dan jaringan telematika di 1.209 desa perlu ditingkatkan dari GPRS menjadi minimal 3G,” ujar Menteri Desa PDTT Eko Putro Sandjojo. Diakui Mendes PDTT,  saat ini capaian transmigrasi di 619 kawasan transmigrasi dan 48 kawasan /KPB/ Program Revitalisasi, telah mengelola 4,2 juta transmigran, termasuk 1,7 tenaga kerja, yang tinggal di kawasan seluas 4,4 juta Ha. Lahan produktif mencakup 1.001.070  Ha sawah, 310.332 Ha lahan jagung, 1.144.080 Perkebunan Sawit, 429.030 Ha Perkebunan Karet, dengan pendapatan penduduk di kawasan transmigrasi ini mencapai Rp 17 triliun per tahun.