Babel Review Berbalas Pantun (32)

kasmirudin
Babel Review Berbalas Pantun (32)
Babel Review Berbalas Pantun. (BBR)

PANGKALPINANG, BABELREVIEW.CO.ID -- Babel Review Berbalas Pantun kembali hadir menyapa pembaca, untuk ikut menjaga kearifan lokal yang ada di Bangka Belitung. Bagi pembaca yang gemar berbalas pantun, silakan kirim pantunnya ke nomor  WA: 0813 6732 1720.

Namun, pantun yang dikirim tidak mengandung unsur SARA, seks, hoaks, narkoba, menghina, menghasut, memprovokasi atau menjelekkan orang atau kelompok.

Pantun bisa berupa pantun jenaka, pantun membangun, pantun humor dan lain-lain. Kirim pantun pembaca dengan menyertakan nama dan alamat tempat tinggal pembaca. Setiap pantun yang dikirim akan ditayangkan di website babelreview.co.id setiap akhir pekan.

Babel Review Berbalas Pantun pada edisi ini mengambil tema “Covid-19”, yang saat ini sedang mewabah di seluruh pelosok Indonesia.

Kirimkan pantun terheboh kamu! Jaga selalu kesehatan dengan menggunakan masker, jaga jarak dan selalu mencuci tangan dengan sabun.  (BBR)

Selamat pagi wahai sang nona
Hendak kemana bakul di bawa
Jangan pergi kemana mana
Virus corona mengancam jiwa
(Mascik Kasim, Kp. Teluk Rubiah Muntok)

Ke Ramayana beli celana
Celana dibuat untuk sang raja
Karena Corona semua merana
Hanya bisa di rumah saja
(Septri, Kp.Keramat)

Di putus cinta bisa merana
Kalau nggak kuat bisa gila
Allah memberi azab dengan Corona
Karena dunia penuh maksiat dan dosa
(Kurniawan, Yogya)

Padi di tuai ditengah sawah
Habis di bajak di makan hama
Masker di pakai keluar rumah
Jaga jarak antara sesama
(Mascik Kasim, Kp. Teluk Rubiah Muntok)

Sebentar lagi bulan puasa
Nunggu berbuka sambil mancing
Saat ini musim Corona
Jaga diri dengan Social Distancing
(PaPa Online)

Kucing kurus hidup merana
Di dalam bilik layaknya kemah
Gara gara virus corona
Lebih baik kita di rumah
(Mascik Kasim, Kp. Teluk Rubiah Muntok)

Mike tyson ahli buat knockdown
Semua jiper jadi mentally down
Biar pun kini tengah lockdown
Iman dan Sehat agar tidak ngedown
(Aviano-GA)

Pohon Beringin jauh disana
Siswa Pramuka sedang berkemah
Kalau ingin selamat dari Corona
Selalu berdoa dan tetap di rumah
(Firman, PGK)

Cuaca panas jangan berkelana
Berdiam diri tetap siaga
Sudah tau ganas virus corona
Jaga diri lindungi keluarga
(Mascik Kasim, Teluk Rubiah)

Parang di asah agar tidak tumpul
Pergi ke sawah mengetam padi
Kalo malam jangan suka kumpul
Nanti ditangkap sama polisi
(SM)

Ada uang harus la irit
Kalau dapat cari yang gratis
Anak sekolah kini menjerit
tugas online dak habis habis
(Septri, Kp.Keramat)

Beras ditanak untuk diolah
Buat penganan murah meriah
Anak anak libur sekolah
Bukan liburan tapi belajar di rumah
(Mascik Kasim, Teluk Rubiah Muntok)

Beras ditanak untuk diolah
Agar tidak menjadi bubur
Saat ini kita hanya di rumah
Tapi jangan cuma tidur

Biji selasih bukan asam kandis.
Di atas meja jangan di bawa
Terima kasih wahai para medis
Telah bekerja berkorban nyawa
(Mascik Kasim, Kp. Teluk Rubiah Muntok)

Asam jawa bukan asam kandis
Di atas meja buat masakkan
Walau nyawa taruhan para medis
Tetap bekerja demi kemanusiaan

Entah apa yang merasuki
Tiba - tiba ada Corona
NKRI sehat dan harga mati
Nanti indah pada waktunya
(Kurniawan, Yogya)

Apel manis merah merona
Buah matoa merah juga warnanya
Jangan menangis karena virus corona
Tetap berdoa mohon perlindunganNYA
(Mascik Kasim, Kp. Teluk Rubiah Muntok)

Ke laut mancing tuna
Tapi Dapat ikan kembung
Saat ini musim pandemi corona
Harga sembako mulai melambung
(Ayub, PGK)

Buah duku dijual murah
Petani merana mengelus dada
Jangan dulu keluar rumah
Virus corona sedang melanda
(Mascik Kasim, Kp. Teluk Rubiah Muntok)

Melamar kerja ke Kota Sungailiat
Lamaran diantar ke kantor Disnaker
Jaga diri agar selalu sehat
Jangan lupa pakai masker
(Marullah)

Dayang menari sangat eloknya
Bujang meringis menatap ramah
Ayo hindari penyebarannya
Biarkan para medis bekerja kita stay di rumah
(Mascik Kasim, Kp. Teluk Rubiah Muntok)


Penulis : Babel Review

Editor   : Kasmir